Menjemput Keberkahan: Empat Pilar Persiapan Menyambut Ramadan Menurut Ustaz Andik Ichwanto
Surabaya - Kedatangan bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari. Sebagai bulan yang penuh dengan kemuliaan dan ampunan, Ramadan menuntut kesiapan yang matang dari setiap muslim. Hal inilah yang mendasari LPPDSDM BKPRMI Jawa Timur menggelar agenda Tarhib Ramadan bersama narasumber Ustaz Andik Ichwanto, Direktur Wilayah LPPDSDM BKPRMI Jawa Timur. Sabtu 7 Februari 2026
Dalam tausiyahnya, Ustaz Andik menekankan bahwa persiapan idealnya sudah dimulai sejak bulan Rajab dan Syakban melalui doa-doa pengharapan agar disampaikan usia pada bulan Ramadan. Namun, saat waktu semakin mendekat, ada empat pilar persiapan utama yang harus diperhatikan:
1. Kesiapan Fisik dan Kebersihan Lingkungan
Ibadah puasa adalah ibadah yang menguras fisik. Tanpa kondisi tubuh yang sehat, seorang muslim tidak akan dapat menjalankan ibadah dengan optimal. Ustaz Andik mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Selain kesehatan pribadi, kebersihan lingkungan tempat ibadah seperti masjid dan mushola juga menjadi bagian dari persiapan fisik secara makro. Lingkungan yang bersih akan menciptakan rasa nyaman dan kekhusyukan saat melaksanakan salat Tarawih maupun tadarus Al-Qur'an.
2. Kesiapan Hati (Spiritualitas)
Kegembiraan adalah kunci utama. Menyambut Ramadan dengan hati yang senang akan membuat segala bentuk kewajiban terasa ringan. Sebaliknya, hati yang merasa terbebani hanya akan membuat ibadah terasa melelahkan.
"Bersihkan diri dari rasa dengki dan kesalahan masa lalu. Memohon maaf kepada sesama manusia dan bertaubat kepada Allah adalah cara terbaik menyucikan hati sebelum memasuki gerbang Ramadan," ujar Ustaz Andik.
3. Pemanasan Amal (Training Ibadah)
Ibarat seorang atlet yang memerlukan latihan sebelum perlombaan, ibadah Ramadan juga memerlukan "pemanasan". Ustaz Andik menyarankan agar umat Islam mulai membiasakan amal-amal sunah di bulan Syakban, seperti memperbanyak salat sunah, membaca Al-Qur'an, dan menjaga lisan dari perkataan sia-sia atau sumpah palsu. Hal ini dilakukan agar saat hari pertama Ramadan tiba, ritme ibadah tersebut sudah terbentuk secara alami.
4. Kesiapan Materi dan Finansial
Persiapan harta sering kali dilupakan, padahal memiliki peran penting dalam dimensi sosial Ramadan. Harta yang disiapkan digunakan untuk sedekah, menyediakan takjil bagi orang berbuka, hingga menyantuni anak yatim. Keutamaan memberi makan orang yang berpuasa sangatlah besar, yakni mendapatkan pahala yang serupa dengan orang yang berpuasa tersebut.
Mengapa Kita Harus Berpuasa?
Dalam kajian ini, Ustaz Andik juga membedah filosofi di balik kewajiban puasa yang berulang setiap tahun. Beliau menyebutkan setidaknya ada lima tujuan utama:
Peningkatan Iman (Ziyadatul Iman): Ramadan menjadi momentum recharge iman yang mungkin sempat menurun selama sebelas bulan sebelumnya.
Merasakan Kegembiraan Hakiki: Ada dua kenikmatan bagi orang berpuasa; nikmat saat berbuka dan nikmat saat bertemu dengan Allah di akhirat kelak.
Meraih Ampunan (Maghfirah): Ramadan adalah jaminan ampunan dosa bagi mereka yang menjalankannya dengan iman dan ikhlas.
Melatih Orientasi Akhirat: Puasa mengajarkan manusia untuk meninggalkan sejenak kenikmatan duniawi (makan dan minum) demi fokus pada kehidupan abadi di akhirat.
Mencapai Derajat Mulia: Tujuan akhir dari seluruh rangkaian ini adalah menjadikan kita hamba yang bertakwa dan mulia di hadapan Sang Pencipta.
Sebagai penutup, Ustaz Andik berpesan agar setiap individu memiliki target yang jelas selama Ramadan, misalnya target khatam Al-Qur'an atau konsistensi salat berjamaah. Dengan persiapan yang matang, Ramadan tidak hanya akan menjadi rutinitas tahunan, melainkan menjadi titik balik perubahan kualitas hidup seorang mukmin. (Bunda Tri)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar