Sinergi Guru dan Orang Tua: Membangun Jembatan Emas Generasi Qurani Melalui Remaja Masjid - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Senin, 09 Februari 2026

Sinergi Guru dan Orang Tua: Membangun Jembatan Emas Generasi Qurani Melalui Remaja Masjid

 Sinergi Guru dan Orang Tua: Membangun Jembatan Emas Generasi Qurani Melalui Remaja Masjid

Ustadz Hizbullah Muhib ( Narsum dari tim LPRM BKPRMI Jawa Timur)


Surabaya – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Keluarga Sakinah (LPKS) BKPRMI Jawa Timur menggelar acara Parenting Guru dan Walisantri bertajuk "Remaja Masjid: Jembatan Emas dalam Pembentukan Nilai Qurani dalam Menghadapi Peradaban Kehidupan". Senin 9 Februari 2026


Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ketua Umum DPD BKPRMI Jember sekaligus LPRM BKPRMI Jawa Timur, Ustadz Hizbullah Muhib, S.T., M.P., sebagai narasumber utama.


Dalam paparannya, Ustadz Hizbullah menekankan pentingnya merevitalisasi peran masjid sebagai benteng moral remaja di tengah derasnya arus digitalisasi. Merujuk pada Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 18, ia menegaskan bahwa memakmurkan masjid bukan sekadar menjaga fisik bangunan, melainkan menghidupkan ruh dakwah di kalangan generasi muda.


"Tantangan hari ini adalah bagaimana membentuk paradigma agar masjid dan mushola dicintai oleh remaja. Kita harus masuk ke dunia mereka untuk bisa membawa mereka ke dunia kita (nilai-nilai Islam)," ujar Ustadz Hizbullah saat menyampaikan materi di hadapan para pengurus Sakinah Center dan jajaran pendidik.


Lebih lanjut, ia menjelaskan perbedaan pendekatan antar-generasi. Menurutnya, Generasi Z dan Generasi Alfa memiliki karakteristik unik yang mengutamakan inovasi, kreativitas, dan kedekatan dengan teknologi. Oleh karena itu, program masjid harus dikemas secara menarik dan tidak kaku agar tidak terjadi kesenjangan komunikasi.


"Jika pola dakwah tidak beradaptasi dengan zaman, masjid dikhawatirkan hanya akan menjadi sejarah yang sunyi. Kita perlu menciptakan kaderisasi berkelanjutan, mulai dari pembinaan di bawah LPPPTKA hingga berlanjut menjadi aktivis remaja masjid yang memiliki akidah mantap," tambahnya.


Ustadz Hizbullah juga membagikan pengalaman sukses dari remaja Masjid Al-Baitul Amien Jember dalam merangkul berbagai lapisan pemuda, termasuk remaja dari lingkungan sekitar yang awalnya merasa enggan ke masjid. 


Pendekatan persuasif dan inklusif menjadi kunci dalam menanamkan nilai-nilai Islam secara bertahap tanpa membuat mereka merasa terhakimi.


Acara yang diawali dengan pembacaan pantun nasihat ini diharapkan mampu menyatukan visi antara guru dan orang tua dalam mendidik putra-putri mereka. 


Dengan menjadikan remaja masjid sebagai "Jembatan Emas", diharapkan lahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akar iman yang kokoh dalam menghadapi perubahan peradaban. (Bunda Tri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad