PIDATO KETUA UMUM DPP BKPRMI: TASYAKURAN MILAD KE-49 BADAN KOMUNIKASI PEMUDA REMAJA MASJID INDONESIA
“MENYONGSONG SETENGAH ABAD BKPRMI: TRANSFORMASI GERAKAN PEMUDA REMAJA MASJID MENUJU INDONESIA EMAS 2045”
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mempertemukan kita pada hari yang sangat bersejarah ini.
Shalawat dan salam kita haturkan kepada manusia agung, manusia pilihan, Nabi Muhammad Rasulullah SAW, yang telah mengajarkan kepada kita bahwa perubahan besar selalu dimulai dari manusia-manusia yang memiliki iman, keberanian dan pengorbanan.
Yang saya hormati para ulama, habaib, kyai dan ustadz;
Yang saya hormati para tokoh nasional, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan para pemimpin bangsa;
Yang saya hormati para senior dan pendiri perjuangan BKPRMI;
Yang saya hormati Dewan Pembinan, Dewan Penasehat, Majelis Pakar dan Majelis Pertimbangan BKPRMI;
Yang saya hormati seluruh jajaran DPP, DPW, DPD, DPK, DPDes/Kelurahan BKPRMI di seluruh Indonesia;
Para guru ngaji Al-Qur’an, imam masjid, marbot, ustadz dan ustadzah;
Dan secara khusus, seluruh pemuda dan remaja masjid Indonesia yang saya cintai dan saya banggakan!
Hadirin yang dirahmati Allah SWT.
Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk meniup lilin. Bukan sekadar memotong tumpeng. Bukan sekadar mengingat masa lalu.
Hari ini kita sedang mensyukuri perjalanan sebuah gerakan yang telah mengabdi selama hampir setengah abad.
49 TAHUN BKPRMI!
Apakah kita bangga? ...Bangga!
Apakah kita bersyukur? ...Bersyukur!
Apakah kita siap melanjutkan perjuangan? ...SIAP!
Sekali lagi!
APAKAH PEMUDA MASJID INDONESIA SIAP MELANJUTKAN PERJUANGAN? ...SIAP!
Allahu Akbar!
49 TAHUN BUKAN AKHIR, TETAPI AWAL LOMPATAN
Hadirin yang saya muliakan,
49 tahun bukan usia yang pendek. Empat puluh sembilan tahun adalah perjalanan panjang.
Ada keringat. Ada air mata. Ada pengorbanan. Ada perdebatan. Ada keterbatasan. Ada jatuh dan bangun.
Tetapi satu hal tidak pernah berubah:
Semangat untuk memakmurkan masjid dan membangun generasi muda Islam Indonesia.
Para pendahulu kita telah meletakkan fondasi. Mereka menanam ketika mungkin belum terlihat hasilnya. Mereka bergerak ketika fasilitas belum seperti sekarang. Mereka berjuang ketika teknologi belum secanggih hari ini. Tetapi mereka memiliki sesuatu yang jauh lebih besar:
KEYAKINAN!
Keyakinan bahwa masjid adalah pusat kekuatan umat. Keyakinan bahwa pemuda adalah masa depan bangsa. Dan keyakinan bahwa Al-Qur’an harus menjadi cahaya dalam kehidupan manusia.
Hari ini, tongkat estafet itu berada di tangan kita. Karena itu saya ingin mengatakan:
Kita tidak boleh hanya menjadi generasi yang mewarisi sejarah.
Kita harus menjadi generasi yang menulis sejarah!
DARI GERAKAN KE GERAKAN PERADABAN
Hadirin sekalian,
Tema Milad ke-49 kita sangat jelas:
“Menyongsong Setengah Abad BKPRMI: Transformasi Gerakan Pemuda Remaja Masjid Menuju Indonesia Emas 2045.”
Kata kuncinya adalah:
TRANSFORMASI!
Kita tidak ingin BKPRMI hanya bertambah usia. Kita ingin BKPRMI bertambah pengaruh.
Kita tidak ingin hanya bertambah struktur. Kita ingin bertambah manfaat.
Kita tidak ingin hanya bertambah kegiatan. Kita ingin bertambah dampak.
Kita tidak ingin hanya ramai di internal. Kita ingin dirasakan oleh masyarakat.
Maka mulai hari ini kita tegaskan:
BKPRMI harus naik kelas!
Dari gerakan kepemudaan menjadi gerakan peradaban. Dari aktivitas masjid menjadi ekosistem pemberdayaan umat. Dari dakwah konvensional menjadi dakwah yang adaptif terhadap zaman. Dari organisasi yang hanya menjalankan program menjadi organisasi yang menghasilkan solusi.
INDONESIA EMAS DIMULAI DARI MANA?
Hadirin yang saya banggakan,
Kita sering berbicara tentang Indonesia Emas 2045. Tetapi mari kita bertanya:
Indonesia Emas itu dimulai dari mana?
Apakah dimulai dari istana? Apakah dimulai dari gedung-gedung pencakar langit? Apakah dimulai dari teknologi? Apakah dimulai dari jalan tol? tentu Tidak!
Indonesia Emas dimulai dari manusia Indonesia.
Manusia yang sehat. Manusia yang cerdas. Manusia yang berkarakter. Manusia yang produktif. Manusia yang beriman. Manusia yang memiliki integritas. Dan pertanyaannya:
Di mana manusia Indonesia itu dibentuk?
Di sekolah. Di keluarga. Dan salah satu pusat terpentingnya adalah:
MASJID!
Masjid bukan hanya tempat kita datang ketika azan berkumandang. Masjid harus menjadi tempat anak muda menemukan masa depannya. Tempat anak-anak belajar Al-Qur’an. Tempat orang tua mendapatkan ketenangan. Tempat UMKM tumbuh. Tempat ilmu berkembang. Tempat solidaritas sosial dibangun. Tempat pemimpin masa depan ditempa.
MASJID HARUS KEMBALI MENJADI PUSAT PERADABAN!
JANGAN SAMPAI PEMUDA KEHILANGAN MASJID
Hadirin yang saya muliakan,
Kita menghadapi tantangan yang luar biasa. Anak-anak muda kita hidup di zaman yang berbeda. Hari ini satu telepon genggam bisa membuka pintu ilmu. Tetapi telepon yang sama juga bisa membuka pintu kemaksiatan. Teknologi bisa menjadi alat dakwah. Tetapi teknologi juga bisa menjadi alat penghancur karakter. Artificial intelligence bisa membantu manusia. Tetapi kalau tidak dibarengi akhlak, teknologi juga bisa disalahgunakan.
Karena itu, tantangan kita bukan sekadar:“Bagaimana membuat anak muda melek teknologi?”
Tetapi:
“Bagaimana membuat anak muda menguasai teknologi tanpa kehilangan akhlak?”
Inilah tugas besar kita!
Jangan biarkan algoritma media sosial menjadi guru utama anak-anak kita. Jangan biarkan influencer menggantikan ulama. Jangan biarkan popularitas menggantikan integritas. Dan jangan sampai masjid kehilangan generasi mudanya!
Kita harus membawa pemuda kembali ke masjid, dan membawa masjid hadir di tengah kehidupan pemuda.
GERAKAN “ MASJID RAMAH ANAK”
Hadirin yang saya muliakan,
Pada momentum milad ke-49 BKPRMI ini, kita menyerukan Gerakan Nasional:
“Masjid Ramah Pemuda”.
Masjid ramah pemuda adalah konsep pengelolaan masjid yang terbuka, menarik, dan menyediakan fasilitas atau ruang kreatif agar anak muda merasa nyaman untuk beribadah dan berkarya di dalam masjid.
Masjid yang nyaman dan “gue banget” bagi anak muda. Masjid yang membuat anak muda betah di masjid. Masjid layaknya rumah kedua bagi generasi muda. kenapa?
Karena ada beberapa indikator penting yang bisa diwujudkan untuk menciptakan masjid ramah pemuda.
Pertama, keterlibatan pemuda dalam struktur pengurus masjid. Pemuda tidak hanya dijadikan panitia kegiatan, tetapi dilibatkan sebagai pengurus inti, bahkan sebagai eksekutif pelaksana program kemakmuran masjid, termasuk fundraising dan pemberdayaan ekonomi.
Kedua, tersedia sarana dan prasarana yang ramah generasi muda. Masjid menyediakan fasilitas coworking space, coffee bar gratis, dan akses WiFi, ruang diskusi, bahkan sarana olahraga. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kreativitas, kolaborasi, dan produktivitas anak muda, sekaligus menjadi magnet agar mereka betah di masjid.
Ketiga, Program dan Kegiatam Pro-Pemuda, seperti kajian keilmuan, seminar, pelatihan, hingga workshop berbasis keterampilan dan peluang usaha, seperti pembuatan website, konten kreatif, hingga pelatihan wirausaha.
Terakhir, adalah fasilitas konseling pemuda. Dalam hal ini, masjid menyediakan ruang khusus untuk konseling, curhat, dan diskusi, agar pemuda memiliki tempat aman untuk berbagi problematika hidupnya.
Kunci bagi Masjid Ramah Pemuda adalah 5(i): wifi, kopi, nasi, rekreasi, gaji, sarana menemukan isteri/suami.
LIMA TRANSFORMASI BESAR BKPRMI
Karena itu, saya ingin menyampaikan kepada seluruh keluarga besar BKPRMI: Menuju setengah abad dan Indonesia Emas 2045, kita harus menjalankan lima transformasi besar.
PERTAMA — TRANSFORMASI SPIRITUAL
Kita ingin melahirkan generasi yang kuat iman dan akhlaknya. Karena bangsa yang maju tanpa moral akan kehilangan arah. Pemuda yang pintar tanpa iman bisa menjadi pintar melakukan kerusakan. Tetapi pemuda yang cerdas, beriman dan berakhlak akan menjadi kekuatan pembangunan.
Maka gerakan Al-Qur’an harus menjadi prioritas: Tidak boleh ada generasi Muslim Indonesia yang jauh dari Al-Qur’an!
Kita harus memberantas buta baca tulis Al-Qur’an. Kita harus memperkuat pendidikan Al-Qur’an. Kita harus meningkatkan kualitas guru ngaji. Dan kita harus memastikan masjid menjadi rumah pertama bagi pendidikan akhlak generasi muda.
KEDUA — TRANSFORMASI PENDIDIKAN
BKPRMI tidak boleh berhenti pada pendidikan baca Al-Qur’an.
Kita harus melahirkan generasi yang: Qur’anic! Educated! Skilled! Creative! Entrepreneurial! Digital! Dan tetap: Berakhlakul karimah!
Kita harus membangun pendidikan yang mengintegrasikan agama dengan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an dengan teknologi. Iman dengan kompetensi. Spiritualitas dengan produktivitas.
Karena itulah masa depan pendidikan BKPRMI harus bergerak menuju model pendidikan yang adaptif, vokasional, boarding, agamis, dan berorientasi pada keterampilan kehidupan.
Kita ingin anak-anak kita tidak hanya bertanya:“Saya mau jadi apa?”
Tetapi mereka mampu menjawab:
“Saya ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia.”
KETIGA — TRANSFORMASI EKONOMI
Hadirin yang saya banggakan,
Kita harus berani mengatakan:
Masjid harus ikut menyelesaikan persoalan ekonomi umat!
Jangan sampai masjid hanya menjadi tempat mengumpulkan infak. Masjid harus menjadi tempat mengembangkan kemandirian ekonomi umat.
Karena itu kita dorong:
GERBANG EMAS — Gerakan Bangun Ekonomi Masjid.
Kita ingin masjid menjadi pusat ketahanan pangan. Pusat UMKM.
Pusat koperasi. Pusat kewirausahaan pemuda. Pusat zakat, infak, sedekah dan wakaf produktif. Pusat pemberdayaan masyarakat.
Kita ingin:
Dari masjid lahir pengusaha.
Dari masjid lahir lapangan kerja.
Dari masjid lahir kemandirian.
Dan pada akhirnya:
Dari masjid lahir kesejahteraan umat!
KEEMPAT — TRANSFORMASI DIGITAL
Hadirin sekalian,
Kalau generasi muda hidup di dunia digital, maka dakwah juga harus hadir di dunia digital. Kita tidak boleh alergi terhadap teknologi. Kita harus menguasainya. BKPRMI harus menjadi:
Smart Organization.
Smart Mosque.
Smart Education.
Smart Da’wah.
Data harus kita kelola. Pelayanan harus kita digitalisasi. Kader harus terkoneksi. Pendidikan harus memanfaatkan teknologi. Dan dakwah harus mampu menjangkau generasi yang bahkan mungkin belum pernah menginjakkan kaki di masjid.
Karena itu:
Jangan hanya jadikan teknologi sebagai alat hiburan.
Jadikan teknologi sebagai: alat pendidikan, alat dakwah, alat pemberdayaan, dan alat membangun peradaban.
KELIMA — TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN
Dan yang kelima:
TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN PEMUDA.
Indonesia 2045 membutuhkan pemimpin baru. Pemimpin yang kompeten. Pemimpin yang berintegritas. Pemimpin yang berani. Pemimpin yang melayani. Pemimpin yang tidak korup. Pemimpin yang tidak mudah menyerah. Pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara tetapi mampu bekerja.
Dan saya percaya:
Sekolah kepemimpinan itu salah satunya adalah MASJID.
Karena di masjid anak muda belajar disiplin. Belajar musyawarah. Belajar mengelola kegiatan. Belajar mengelola umat. Belajar bertanggung jawab. Belajar melayani.
Maka kita harus menjadikan masjid sebagai:
LABORATORIUM KEPEMIMPINAN PEMUDA INDONESIA.
GURU NGAJI: PAHLAWAN YANG SERING TERLUPAKAN
Hadirin yang saya hormati,
Ada satu kelompok yang harus mendapatkan tempat istimewa dalam perjuangan kita.
GURU NGAJI AL-QUR’AN.
Mereka mengajar ketika orang lain sudah beristirahat. Mereka mendidik ketika tidak selalu mendapatkan penghargaan. Mereka menanamkan Al-Qur’an kepada anak-anak kita ketika mungkin penghasilannya tidak sebanding dengan pengabdiannya.
Tetapi mereka tetap istiqamah. Mereka tetap datang. Mereka tetap mengajar. Mereka tetap tersenyum. Maka saya ingin mengatakan di hadapan seluruh bangsa Indonesia:
GURU NGAJI ADALAH PAHLAWAN PERADABAN!
Dan BKPRMI akan terus memperjuangkan: kompetensi guru ngaji, perlindungan guru ngaji, kesejahteraan guru ngaji, dan penghormatan terhadap guru ngaji.
Karena:
Kalau kita ingin menyelamatkan generasi, selamatkan guru ngajinya.
Kalau kita ingin memuliakan Al-Qur’an, muliakan para pengajarnya.
PEMUDA MASJID: JANGAN HANYA JADI PENONTON!
Hadirin yang saya cintai,
Khusus kepada seluruh pemuda dan remaja masjid Indonesia—
Saya ingin berpesan:
Jangan hanya menjadi penonton sejarah! Jadilah pelaku sejarah!
Jangan hanya menjadi pengguna teknologi! Jadilah pencipta teknologi!
Jangan hanya menjadi follower! Jadilah leader!
Jangan hanya membuat konten! Buatlah perubahan!
Jangan hanya mencari pekerjaan! Ciptakan lapangan pekerjaan!
Jangan hanya bertanya:
“Apa yang bisa negara berikan kepada saya?”
Tetapi bertanyalah:
“Apa yang bisa saya berikan untuk agama, masyarakat dan negara?”
Itulah karakter pemuda masjid. Pemuda yang hadir ketika masyarakat membutuhkan. Pemuda yang bergerak ketika bangsa menghadapi masalah. Pemuda yang berdiri paling depan ketika kemanusiaan membutuhkan pertolongan.
BKPRMI ADALAH RUMAH BESAR
Hadirin yang saya muliakan,
BKPRMI harus menjadi rumah besar. Rumah besar bagi pemuda. Rumah besar bagi remaja. Rumah besar bagi guru ngaji. Rumah besar bagi aktivis masjid. Rumah besar bagi para profesional. Rumah besar bagi pengusaha muda. Rumah besar bagi generasi digital.
Kita boleh berbeda daerah. Berbeda profesi. Berbeda latar belakang. Tetapi kita memiliki satu rumah.
Dan rumah itu adalah:
BKPRMI!
Karena itu saya mengajak:
Jangan kita habiskan energi untuk saling menjatuhkan. Mari kita gunakan energi untuk saling menguatkan.
Jangan sibuk mencari perbedaan. Mari kita perbesar persamaan.
Jangan sibuk bertanya:“Siapa yang paling hebat?”
Tetapi bertanyalah:
“Apa yang paling bermanfaat?”
SATU MASJID, SATU GERAKAN, SATU DAMPAK
Bayangkan!
Jika satu masjid memiliki satu program pemberdayaan pemuda. Bayangkan jika ribuan masjid melakukan hal yang sama. Bayangkan jika puluhan ribu masjid bergerak bersama. Dan bayangkan jika jaringan pemuda masjid di seluruh Indonesia bergerak dalam satu orkestrasi nasional.
Apa yang terjadi?
Kita bukan lagi sekadar organisasi.
Kita menjadi kekuatan sosial. Kita menjadi kekuatan pendidikan. Kita menjadi kekuatan ekonomi. Kita menjadi kekuatan dakwah. Kita menjadi kekuatan pembangunan bangsa. Karena itu mari kita bangun paradigma:
SATU MASJID, SATU GERAKAN, SATU DAMPAK!
Masjid yang melahirkan guru. Masjid yang melahirkan pengusaha. Masjid yang melahirkan pemimpin. Masjid yang melahirkan inovator. Masjid yang melahirkan relawan. Masjid yang melahirkan generasi Qur’ani.
MANIFESTO BKPRMI MENUJU 2045
Hadirin yang saya banggakan,
Pada momentum Milad ke-49 ini, saya ingin mengajak seluruh keluarga besar BKPRMI membuat satu tekad bersama.
MENUJU 2045, KITA AKAN:
Pertama, menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda.
Kedua, memperluas gerakan pemberantasan buta baca tulis Al-Qur’an.
Ketiga, meningkatkan kualitas dan martabat guru ngaji Al-Qur’an.
Keempat, membangun ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan iman, ilmu, teknologi dan keterampilan.
Kelima, membangun kemandirian ekonomi melalui GERBANG EMAS.
Keenam, mempercepat transformasi digital organisasi dan masjid.
Ketujuh, mencetak jutaan pemimpin muda yang berintegritas.
Kedelapan, menjadikan masjid sebagai pusat kepedulian sosial dan ketahanan masyarakat.
Kesembilan, menjadikan pemuda masjid sebagai pelopor pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Kesepuluh, membangun jaringan BKPRMI yang kuat dari pusat sampai desa dan kelurahan.
Inilah tekad kita! Inilah ikhtiar kita! Inilah kontribusi kita!
Inilah jihad peradaban kita!
KITA TIDAK TAKUT PADA MASA DEPAN
Hadirin yang dirahmati Allah,
Saya tahu perjalanan kita tidak akan mudah. Akan ada tantangan. Akan ada kritik. Akan ada keterbatasan. Akan ada orang yang meragukan. Tetapi saya ingin mengatakan:
Kita tidak takut terhadap masa depan!
Karena kita memiliki Allah. Kita memiliki Al-Qur’an. Kita memiliki masjid. Kita memiliki ulama. Kita memiliki guru ngaji. Kita memiliki jutaan pemuda. Dan kita memiliki Indonesia yang harus kita cintai dan kita bangun bersama.
Maka jangan pernah minder menjadi pemuda masjid!
Menjadi pemuda masjid bukan berarti kuno!
Menjadi pemuda masjid berarti: beriman tetapi modern, religius tetapi inovatif, berakhlak tetapi kompetitif, berakar pada tradisi tetapi siap menghadapi masa depan.
DARI MASJID UNTUK INDONESIA
Hadirin yang saya muliakan,
Saya ingin membayangkan satu Indonesia pada tahun 2045: Indonesia yang maju. Indonesia yang adil. Indonesia yang sejahtera. Indonesia yang berdaulat. Indonesia yang berdaya saing.
Tetapi juga:
Indonesia yang religius.
Indonesia yang berakhlak. Indonesia yang menghargai guru. Indonesia yang memuliakan orang tua. Indonesia yang peduli kepada kaum lemah. Indonesia yang menjadikan agama sebagai sumber moral pembangunan. Dan ketika sejarah Indonesia mencatat perjalanan menuju Indonesia Emas—
kita ingin ada satu kalimat yang tertulis:
“Masjid ikut membangun Indonesia.”
Dan kita ingin nama BKPRMI menjadi bagian dari sejarah itu.
49 TAHUN MENUJU SETENGAH ABAD
Hadirin sekalian,
Hari ini kita berada satu langkah dari setengah abad. 49 tahun telah kita lewati. 50 tahun sedang kita songsong. Tetapi setelah 50 tahun nanti, jangan berhenti. Karena target kita bukan sekadar:
BKPRMI berusia 50 tahun.
Target kita adalah:
BKPRMI semakin bermanfaat pada usia 50 tahun.
Lebih kuat. Lebih modern. Lebih profesional. Lebih mandiri. Lebih inklusif. Lebih digital. Lebih berdampak. Dan lebih dekat dengan umat.
PESAN UNTUK GENERASI PENERUS
Kepada para senior BKPRMI— Terima kasih telah menanamkan fondasi.
Kepada para pembina, penasehat, majelis pakar dan Majelis Pertimbanagan— Terima kasih telah menjaga arah perjuangan.
Kepada para pengurus— Teruslah bekerja.
Kepada para guru ngaji— Teruslah menyalakan cahaya Al-Qur’an. Dan kepada pemuda serta remaja masjid—
Sekarang giliran kalian!
Generasi kami mungkin telah membuka jalan. Tetapi generasi kalianlah yang akan membawa BKPRMI menyeberangi zaman. Jangan takut bermimpi besar. Jangan takut bekerja besar. Jangan takut mengambil tangjgung jawab besar.
Karena:
Bangsa yang besar selalu lahir dari generasi yang berani bermimpi besar.
SUMPAH PEMUDA MASJID INDONESIA
Hadirin yang saya banggakan,
Mari kita akhiri momentum Milad ke-49 ini bukan dengan tepuk tangan saja. Tetapi dengan tekad. Dengan komitmen. Dengan sumpah perjuangan.Mari kita katakan bersama-sama:
Kami pemuda masjid Indonesia!
Kami cinta Al-Qur’an!
Kami cinta masjid!
Kami cinta Indonesia!
Kami siap memakmurkan masjid!
Kami siap membangun generasi!
Kami siap memberdayakan umat!
Kami siap mengabdi untuk bangsa!
Dan dengan izin Allah SWT:
KAMI SIAP MENJADI GENERASI PENGGERAK INDONESIA EMAS 2045!
Hadirin yang dirahmati Allah,
49 tahun yang lalu, para pendahulu kita menanam sebuah benih. Hari ini kita berdiri di bawah pohon perjuangan itu. Tugas kita bukan hanya menikmati teduhnya. Tugas kita adalah menanam lebih banyak pohon.
Agar generasi berikutnya mendapatkan teduh. Agar anak-anak kita mendapatkan masa depan. Agar Indonesia mendapatkan pemimpin-pemimpin terbaik. Dan agar masjid kembali menjadi pusat peradaban.
Maka dari tempat ini, dari momentum Milad ke-49 BKPRMI, mari kita nyatakan:
DARI MASJID KITA BANGUN GENERASI!
DARI GENERASI KITA BANGUN MASYARAKAT!
DARI MASYARAKAT KITA BANGUN BANGSA!
DARI INDONESIA KITA BANGUN PERADABAN!
Dan insya Allah—
DENGAN IMAN, ILMU, AKHLAK, KARYA DAN PENGABDIAN—
KITA SAMBUT INDONESIA EMAS 2045!
BKPRMI! ...Bangkit! ...Bergerak! ...Berdampak! ...Berkhidmat untuk umat! ...Mengabdi untuk Indonesia! Membangun peradaban!
BKPRMI JAYA!
PEMUDA MASJID JAYA!
MASJID MAKMUR!
UMAT SEJAHTERA!
INDONESIA EMAS 2045!
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
H. Nanang Mubarok, SHI., M.Sos.
Ketua Umum DPP BKPRMI


Tidak ada komentar:
Posting Komentar