Jatim Hadapi Darurat Dekadensi Moral, Bakesbangpol dan BKPRMI Jatim Sepakat Perkuat Sinergi hingga Akar Rumput - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Rabu, 11 Februari 2026

Jatim Hadapi Darurat Dekadensi Moral, Bakesbangpol dan BKPRMI Jatim Sepakat Perkuat Sinergi hingga Akar Rumput

 Jatim Hadapi Darurat Dekadensi Moral, Bakesbangpol dan BKPRMI Jatim Sepakat Perkuat Sinergi hingga Akar Rumput



Surabaya – Di balik transformasi fisik kantor yang modern, Bakesbangpol Jawa Timur menyimpan kekhawatiran mendalam terhadap fenomena sosial yang mengancam generasi muda. Hal ini terungkap dalam audiensi DPW BKPRMI Jawa Timur bersama Kepala Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, yang memaparkan sederet "PR Besar" terkait dekadensi moral di wilayah ini. Rabu, 11 Februari 2026


Darurat Narkoba, Terorisme, dan Doktrin Digital

Bakesbangpol menyoroti posisi Jawa Timur yang kini menduduki peringkat kedua nasional sebagai pengguna narkoba terbanyak. Kondisinya kian mengkhawatirkan dengan temuan wilayah zona merah, di mana penyebaran narkoba telah merambah hingga level satu kelurahan di Surabaya dan satu kecamatan di Madura.


Tak hanya narkoba, paparan radikalisme dan terorisme juga mulai menyasar anak-anak. Mirisnya, doktrin-doktrin berbahaya kini dikirimkan melalui platform yang dekat dengan anak, seperti game online. Fenomena ini tidak lagi hanya menyerang keluarga broken home, tetapi sudah merambah ke keluarga utuh. Hal ini terbukti dari kasus pembakaran Gedung Grahadi beberapa waktu lalu yang melibatkan anak-anak yang terorganisir secara rapi melalui media sosial.


Angka Perceraian dan Kriminalitas Usia Dini


Masalah sosial lain yang mencuat adalah angka perceraian di Jawa Timur yang kini melampaui Jawa Barat, dengan Surabaya menempati peringkat pertama. Muncul fenomena unik namun memprihatinkan, di mana terdapat kasus istri yang mencarikan istri kedua bagi suaminya, yang didominasi oleh kalangan tenaga pendidik (guru).


"Dampak perceraian ini sangat memukul psikologis anak. Jika tidak ditangani, mereka berpotensi menjadi 'penjahat baru' di masa depan. Ini adalah fenomena gunung es yang harus kita tuntaskan bersama," tegas pihak Bakesbangpol. Saat ini, program Sekolah Rakyat (SR) menjadi salah satu upaya untuk menyekolahkan anak-anak korban terdampak agar risiko kriminalitas yang menyasar usia makin muda dapat ditekan.


Hilangnya Kepedulian Sosial dan Krisis Mental


Keprihatinan juga meluas pada menurunnya kepedulian lingkungan dan krisis kesehatan mental. Kasus bunuh diri anak di NTB karena tidak mampu membeli buku menjadi alarm keras. Di sisi lain, penanganan fenomena jambret di masyarakat juga dinilai kehilangan sisi edukasi dan cenderung pada kekerasan fisik.


Sinergi BKPRMI dan Bakesbangpol melalui MOU


Merespons tumpukan masalah tersebut, BKPRMI Jawa Timur melalui Lembaga Konseling dan Pemberdayaan Keluarga Masjid (LPKM) siap mengambil peran nyata. BKPRMI yang berbasis massa remaja masjid dan instansi sepakat untuk menjalin komitmen melalui Memorandum of Understanding (MOU).


Kerja sama ini direncanakan akan menyisir seluruh tingkatan pendidikan, mulai dari PAUD, MI, SD, SMP, SMA, hingga Pondok Pesantren. Melalui pendekatan terapi dan konseling yang selama ini dilakukan LPKM, LPRM , LPKS, LDSI dan LPDSDM BKPRMI, diharapkan kasus bullying, paparan radikalisme, hingga trauma psikologis anak akibat perceraian dapat diredam.


"Mari kita bergandengan tangan. Masalah dekadensi moral dan kriminalitas usia dini ini adalah tugas kolektif. Kita butuh aksi nyata untuk mengedukasi dan merangkul, bukan sekadar menghukum," tutupnya dalam pertemuan yang penuh semangat Jatim Cetar tersebut. ( Bunda Tri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad