Buka Rapimwil BKPRMI Jatim 2026, Asisten III Sekdaprov Jatim Ingatkan Kemandirian Organisasi dan Keikhlasan Berdakwah
Surabaya — Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) DPW BKPRMI Jawa Timur 2026 resmi dibuka yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Asisten III Sekdaprov Jatim), Dr. H. Akh. Jazuli, S.H., M.Si., Sabtu (23/5/2026). Hadir mewakili Ibu Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Akh. Jazuli menyampaikan pidato kebangsaan dan keagamaan yang sarat akan pesan moral di Ruang Aula Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Dr. H. Akh. Jazuli memberikan apresiasi tinggi kepada BKPRMI Jatim di tengah menjamurnya puluhan ribu organisasi kemasyarakatan, lembaga pesantren, dan masjid di Jawa Timur. Ia memuji kultur organisasi BKPRMI yang tahu cara bersyukur dan berterima kasih atas dukungan fasilitas dari pemerintah, sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.
Evaluasi Program Kerja di Kantor "Rasa Hotel"
Dr. H. Akh. Jazuli mengagumi kenyamanan lokasi acara Rapimwil kali ini. Sembari berseloroh, ia menyebut suasana Ruang Aula Bakesbangpol Jawa Timur saat ini sudah sangat representatif dan megah menyerupai fasilitas hotel berbintang.
Di dalam ruangan yang nyaman tersebut, ia berpesan agar momentum Rapimwil dimanfaatkan secara optimal untuk mengevaluasi program kerja. Menurutnya, program yang sudah berjalan baik harus terus dipertahankan, sedangkan hal-hal yang masih kurang wajib segera direvisi dan diperbaiki demi kemajuan umat.
Menjaga Kemandirian Organisasi dari Titipan Kelompok
Pesan paling krusial yang ditekankan oleh Asisten III Sekdaprov Jatim adalah mengenai kemandirian lembaga. Ia mengingatkan dengan tegas agar BKPRMI tidak boleh tersandera oleh kepentingan kelompok tertentu yang dapat mencederai niat suci para kader dalam menghidupkan syiar Al-Qur'an.
"BKPRMI ini harus menjadi organisasi yang 'apa adanya', bukan yang 'ada apanya'. Artinya, landasan utama pergerakan organisasi ini adalah lillahi ta'ala, ikhlas karena Allah SWT, bukan karena motif terselubung," tegas Dr. H. Akh. Jazuli.
Filosofi Mengabdi Tanpa Pencitraan
Ia menjabarkan bahwa mengabdi, beramal, dan melayani umat akan dihantui oleh risiko kegagalan spiritual kecuali bagi mereka yang benar-benar ikhlas. Dengan analogi jenaka namun mendalam, ia mengibaratkan keikhlasan seperti seseorang yang membuang hajat di pagi hari; langsung disiram hingga hilang tanpa pernah dilihat atau ditengok kembali.
"Mengabdi itu untuk Allah SWT, bukan untuk pencitraan atau riya. Niatkan sejak awal untuk ibadah, merawat nilai syariat, dan menegakkan akhlakul karimah," tambahnya.
Melalui pembinaan intensif di tubuh BKPRMI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pemuda dan remaja masjid tidak hanya dibentuk menjadi pribadi yang pintar secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, bermoral, dan berakhlak mulia. Upacara pembukaan pun diakhiri dengan ketukan gong formal yang disambut tepuk tangan meriah dari ratusan delegasi se-Jawa Timur. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar