Pahami 9 Karakter Keluarga Sakinah, DPP BKPRMI Gelar Pengajian Al-Kahfi dan Kupas Kunci Kebahagiaan Rumah Tangga
Virtual Zoom— Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) menggelar Pengajian Al-Kahfi pada Jumat (26/6/2026) pagi. Acara keagamaan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB ini dihadiri oleh keluarga besar BKPRMI serta masyarakat umum yang memadati lokasi acara untuk memperdalam ilmu agama.
Pengajian rutin ini mengangkat tema utama "Mewujudkan Keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah". Dalam tausiahnya, penceramah menekankan bahwa konsep sakinah (ketenangan) dan mawaddah (cinta kasih) tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diciptakan, diupayakan, dan dipupuk bersama oleh seluruh anggota keluarga melalui pembuktian amal perbuatan.
Pahala Kesabaran dalam Rumah Tangga
Dalam pemaparannya, ustaz pengisi acara mengingatkan para jemaah mengenai besarnya pahala kesabaran dalam menghadapi ujian pernikahan. Sesuai tuntunan Rasulullah SAW, seorang suami yang bersabar atas keburukan tabiat istrinya akan dianugerahi pahala luar biasa seperti pahala Nabi Ayub AS saat menghadapi cobaan. Sebaliknya, seorang istri yang bersabar atas keburukan perilaku suaminya akan mendapat pahala layaknya Asiyah, istri Firaun yang tetap teguh dalam keimanan.
Penceramah juga menegaskan bahwa Allah SWT telah mengukur setiap ujian sesuai dengan batas kemampuan hamba-Nya. Oleh karena itu, tidak ada kerugian bagi orang beriman yang mampu menjalani ujian rumah tangga dengan ketakwaan.
Sembilan Karakter Keluarga Sakinah
Guna mewujudkan rumah tangga yang ideal, terdapat sembilan karakter utama yang harus dibina oleh setiap pasangan Muslim, antara lain:
1. Cinta dan Kasih Sayang: Memiliki rasa saling memiliki yang selalu terjaga satu sama lain.
2. Ketenangan yang Tercipta: Menjaga ketenteraman lingkungan rumah dan menghindari konflik yang mengarah pada maksiat.
3. Ketulusan Peran: Menjalankan peran masing-masing anggota keluarga (suami dan istri) secara ikhlas tanpa paksaan.
4. Bermuara karena Allah: Memastikan seluruh aktivitas rumah tangga didasari oleh nilai agama, bukan sekadar mengejar kepuasan sesaat.
5. Saling Percaya: Menjauhkan diri dari perasaan waswas, kecurigaan, dan prasangka buruk.
6. Saling Menguatkan dalam Ibadah: Khusus bagi istri, ditekankan untuk taat kepada suami (selama tidak bermaksiat kepada Allah), menjaga salat lima waktu, dan menunaikan puasa Ramadan.
7. Menjaga Pergaulan: Menghindari segala bentuk penyelewengan maupun pengkhianatan dalam pernikahan.
8. Pemenuhan Kebutuhan Secara Layak: Memenuhi nafkah lahir dan batin, termasuk kebutuhan material, biologis, serta pendidikan. Menikah dengan niat baik diyakini akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
9. Saling Mendukung: Mendukung karir, profesi, dan memberikan pengertian atas peran masing-masing, bukan saling menjatuhkan.
Tiga Tujuan Utama Pernikahan
Di akhir tausiahnya, penceramah merangkum tiga tujuan utama dalam membangun keluarga sakinah berdasarkan pandangan para ulama. Pertama, pernikahan bertujuan sebagai ladang ibadah dan amal saleh terbesar, di mana bahkan senda gurau antara suami dan istri bernilai pahala besar. Kedua, sebagai sarana untuk memelihara diri dan keluarga dari siksa api neraka. Ketiga, untuk menunjang misi penciptaan manusia di muka bumi sebagai khalifah.
Acara pengajian yang diawali dengan pembacaan Surah Al-Kahfi bersama ini berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan keluarga Muslim di Indonesia. (Bunda Tri)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar