Ketua Umum DPW BKPRMI Jatim: Tuban Resmi Jadi Tuan Rumah FASI 2027, Persiapan Matang Mulai Dikebut
Tuban – Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jawa Timur, H. Ahmad Baharudin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPD BKPRMI Tuban atas keistiqamahannya dalam mencetak generasi Qurani. Hal ini disampaikannya dalam acara Wisuda Santri ke-8 di Gedung Graha Sandia, Tuban.
Dalam orasinya, Ahmad Bahrudin secara resmi menegaskan bahwa Kabupaten Tuban telah dipilih sebagai tuan rumah ajang bergengsi Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) ke-13 tingkat Provinsi Jawa Timur yang akan digelar pada tahun 2027 mendatang.
"Keputusan menunjuk Tuban sebagai tuan rumah sudah final. Kami melihat kesiapan dan rekam jejak Tuban yang luar biasa. Bahkan, daerah lain seperti Banyuwangi dan Jember pun sudah menyatakan kesiapannya untuk datang ke Tuban jika FASI tingkat provinsi dilaksanakan di sini," ujar Ahmad Bahrudin disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Ia menekankan bahwa FASI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan hajat besar untuk memberikan apresiasi kepada santri-santri berprestasi. Mengingat tantangan pendanaan dan fasilitas yang besar, ia berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tuban dapat terjalin erat untuk menyukseskan acara yang akan dihadiri oleh ribuan kafilah se-Jawa Timur tersebut.
Selain membahas FASI, Ahmad Bahrudin memuji kedermawanan masyarakat Tuban. Ia mencatat bahwa dalam aksi kemanusiaan bencana Gunung Semeru lalu, donasi dari santri Tuban menjadi yang terbesar di Jawa Timur, mencapai hampir Rp600 juta dari total Rp800 juta yang terkumpul se-provinsi.
"Semangat berbagi ini adalah buah dari pendidikan karakter di TPQ. Namun, saya berpesan kepada para wali santri agar tidak berhenti membimbing anaknya setelah wisuda. Wisuda dan khatam Al-Qur'an hanyalah pondasi awal. Komunikasi antara orang tua dan guru harus tetap terjaga agar anak-anak tidak mencari kenyamanan di komunitas luar yang berisiko negatif," tegasnya.
Menutup sambutannya, ia juga menyoroti tantangan keberangkatan santri berprestasi ke tingkat Nasional yang direncanakan di Maluku. Dengan biaya transportasi yang mencapai Rp6 juta hingga Rp8 juta per anak, ia memastikan bahwa pihak provinsi akan terus berupaya membangun jalur komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur demi memberikan reward terbaik bagi para juara. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar