Wisuda ke-8 Santri LPPTKA BKPRMI Tuban: 500 Santri Terbaik Kukuhkan Kemandirian Moral
Tuban – Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Tuban sukses menyelenggarakan Wisuda Santri ke-8 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (LPPTKA) di Gedung Graha Sandia, Tuban, Sabtu (14/2).
Prosesi wisuda ini diikuti oleh 500 santri yang merupakan perwakilan 25 lulusan terbaik dari setiap kecamatan di seluruh Kabupaten Tuban. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tuban, jajaran pimpinan Baznas Kabupaten Tuban, Ketua MPD BKPRMI Tuban, serta para orang tua wali santri.
Ketua Umum DPD BKPRMI Tuban sekaligus Dirwil LPPTKA BKPRMI Jawa Timur, Ustadz Subhan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada para wali santri yang telah istikamah mengawal pendidikan Al-Qur'an putra-putrinya. Beliau menegaskan bahwa wisuda ini bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan ijazah, melainkan momentum penting dalam mengukir sejarah kemandirian moral anak.
"Berdasarkan data tahun 2025, terjadi peningkatan kelulusan yang luar biasa mencapai 85,54 persen dari total 11.179 peserta munaqasah. Meskipun masih ada 1.571 santri atau sekitar 14,26 persen yang belum lulus karena standar kurikulum yang ketat, kami terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengajaran," ujar Ustadz Subhan.
Lebih lanjut, Ustadz Subhan mengungkapkan rasa terima kasih atas sinergitas Pemerintah Kabupaten Tuban yang terus memberikan perhatian kepada guru-guru Al-Qur'an. Ia berharap kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan guru ngaji tetap dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, BKPRMI Tuban juga mengumumkan kesiapan Kabupaten Tuban untuk menjadi tuan rumah Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) ke-13 tingkat Jawa Timur pada tahun 2027 mendatang. Agenda besar ini diperkirakan akan menyedot kehadiran sekitar 2.000 kafilah dari berbagai daerah di Jawa Timur.
"Tuban memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan di tingkat provinsi, mulai dari juara umum hingga konsisten di peringkat kedua. Sebagai tuan rumah nanti, target kita adalah kembali meraih juara umum dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Kemenag," tambahnya.
Di akhir pesan sapaannya, Ustadz Subhan mengingatkan para wali santri bahwa setelah lulus dari TPQ, tanggung jawab pendidikan karakter sepenuhnya kembali ke tangan orang tua. Meski para santri telah tuntas menghafal 12 ayat pilihan, 23 doa harian, serta bacaan salat dan taharah, pengawalan terhadap akhlak jauh lebih utama.
"Anak-anak kita perlu pintar, tapi yang harus kita tanamkan lebih dalam adalah akhlaknya. Kita harus kawal bersama agar mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki jiwa Qurani dan berakhlakul karimah," pungkasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, dari 500 peserta yang hadir, dipilih satu santri terbaik yang mendapatkan penghargaan berupa piala, piagam, serta uang pembinaan dari Baznas Kabupaten Tuban.(Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar