Ketua Umum DPP BKPRMI: Ramadhan Harus Menjadi Madrasah Kemanusiaan dan Penggerak Solidaritas Sosial
Jakarta – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI), Nanang Mubarok, menegaskan bahwa momentum bulan suci Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah haus dan lapar.
Ramadhan sejatinya merupakan "madrasah kemanusiaan" yang bertujuan untuk menguatkan dimensi sosial dan empati terhadap sesama manusia.
Dalam keterangan tertulisnya, Nanang menyampaikan bahwa ketakwaan yang menjadi tujuan utama berpuasa tidak hanya bersifat vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga harus berdampak secara horizontal dalam bentuk kepekaan sosial.
"Ramadhan melatih kita merasakan lapar dan dahaga agar tumbuh empati terhadap mereka yang hidup dalam kekurangan setiap hari. Ibadah tidak akan bermakna tanpa adanya kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin," ujar Nanang Mubarok di Jakarta.
Nanang merujuk pada Al-Qur'an Surah Al-Ma’un dan hadis Nabi Muhammad SAW yang menekankan bahwa kemuliaan seorang Muslim diukur dari seberapa besar manfaat yang ia berikan bagi orang lain. Menurutnya, karakter umat yang peduli dan bertanggung jawab merupakan kristalisasi dari nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah yang diintensifkan selama bulan suci.
Lebih lanjut, DPP BKPRMI mendorong para remaja masjid dan pemuda Islam di seluruh Indonesia untuk menjadi motor penggerak aksi kemanusiaan. Ia berharap masjid tidak hanya ramai dengan kegiatan tilawah dan qiyamul lail, tetapi juga berfungsi sebagai pusat solusi atas persoalan masyarakat di sekitarnya.
"Remaja masjid harus tampil sebagai pelopor. Menghidupkan masjid berarti menjadikannya pusat pelayanan umat, mulai dari pembagian takjil, santunan anak yatim, hingga bantuan bagi korban bencana," tambahnya.
Dalam konteks berbangsa, Nanang menilai Ramadhan merupakan ruang strategis untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan) dan persatuan nasional. Di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang ada, semangat berbagi diharapkan dapat menghadirkan harapan baru bagi kelompok dhuafa.
Menutup pernyataannya, DPP BKPRMI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat kepedulian ini bersifat berkelanjutan. Ramadhan diharapkan menjadi titik tolak lahirnya gerakan sosial yang tidak berhenti meskipun bulan suci telah usai, demi mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar