Ketua Umum BKPRMI: Idulfitri 1447 H Momentum Pemuda dan Masjid Bangun Peradaban Bangsa - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Jumat, 20 Maret 2026

Ketua Umum BKPRMI: Idulfitri 1447 H Momentum Pemuda dan Masjid Bangun Peradaban Bangsa

 Ketua Umum BKPRMI: Idulfitri 1447 H Momentum Pemuda dan Masjid Bangun Peradaban Bangsa



Jakarta – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI), Nanang Mubarok, menekankan bahwa Idulfitri 1447 H harus menjadi titik awal perubahan besar bagi umat Islam. Dalam khutbahnya yang bertajuk “Ramadhan Berdampak: Antara Energi Perubahan, Pemuda, Masjid, Bangsa, dan Peradaban”, ia mengajak umat untuk tidak sekadar menjadikan Ramadan sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai mesin penggerak peradaban.


"Idulfitri adalah momentum evaluasi. Kita harus bertanya jujur, apakah Ramadan benar-benar mengubah arah hidup kita atau hanya sekadar mengubah jadwal makan dan tidur?" ujar Nanang di hadapan jemaah salat Idulfitri, Jumat (20/3/2026).


Menurut Nanang, dunia saat ini tengah menghadapi krisis kepemimpinan moral, ketimpangan ekonomi, serta konflik kemanusiaan yang berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa ketakwaan yang diraih selama bulan suci tidak boleh berhenti di atas sajadah, melainkan harus diimplementasikan menjadi solusi nyata bagi permasalahan bangsa dan global.


Tiga Pilar Kebangkitan


Dalam pesan khutbahnya, Nanang menggarisbawahi tiga pilar utama untuk membangkitkan peran umat Islam Indonesia di mata dunia:

Pemuda Berkarakter dan Visioner: Pemuda bukan hanya dituntut saleh secara pribadi, tetapi harus kompeten dan berintegritas untuk memimpin perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

Masjid yang Produktif: Merevolusi peran masjid dari sekadar tempat ibadah menjadi pusat solusi umat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun gerakan sosial.

Persatuan Umat: Mengesampingkan perbedaan kecil untuk fokus pada tujuan besar, yakni membawa keadilan dan kedamaian dari Indonesia untuk dunia.


"Sejarah selalu berubah di tangan pemuda. Rasulullah SAW membangun peradaban bersama anak-anak muda seperti Ali bin Abi Thalib dan Mus’ab bin Umair. Indonesia pun memiliki Jenderal Sudirman. Mereka adalah arsitek sejarah yang memiliki cita-cita peradaban," tambahnya.


Nanang juga mengingatkan bahwa sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, Indonesia memiliki amanah sejarah untuk tampil sebagai pelopor perdamaian dan penjaga moderasi di tengah disrupsi digital dan krisis nilai global.


"Hari ini kita kembali ke fitrah, tetapi dunia menunggu langkah nyata kita. Mari bangkit dari sajadah menuju perubahan, dari masjid menuju peradaban," tutupnya dalam doa yang khidmat. (Bunda Tri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad