Jaga Semangat Ramadan, BKPRMI Gelar Pengajian Al-Kahfi dan Halbil Online
Jakarta – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menyelenggarakan Pengajian Al-Kahfi yang dirangkaikan dengan acara halalbihalal. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ustaz Maisar, pendakwah asal Sumatra Barat, sebagai pemberi tausiyah utama. Jumat 27 Maret 2026
Dalam ceramahnya, Ustaz Maisar menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah pasca-Ramadan. Beliau mengibaratkan bulan Ramadan sebagai masa perkuliahan, di mana umat Muslim ditempa dengan berbagai "mata kuliah" spiritual, sementara Idulfitri merupakan momen wisudanya.
"Logikanya, setelah seseorang lulus kuliah dan diwisuda, tentu ia ingin menjadi pribadi yang lebih berguna, bermanfaat, dan produktif. Begitu pula perumpamaan Ramadan dan Syawal. Kita diharapkan meningkatkan amal ibadah setelah keluar dari bulan suci tersebut," ujar Ustaz Maisar.
Lebih lanjut, beliau membedah keunikan puasa dibandingkan rukun Islam lainnya. Menurutnya, puasa adalah ibadah yang istimewa karena sifatnya yang tidak terlihat secara fisik (abstrak). Berbeda dengan syahadat yang diucapkan, salat yang memiliki gerakan, zakat yang terlihat bentuk hartanya, atau haji yang memiliki prosesi fisik yang jelas.
"Tanpa iman, tidak mungkin kita bisa berpuasa. Puasa itu ibadah yang tidak tampak bentuk, benda, maupun geraknya. Keunikan ini menuntut kejujuran dan kekuatan iman yang luar biasa dari seorang hamba," tambahnya.
Ustaz Maisar juga menjelaskan makna Syawal secara etimologi yang berarti 'peningkatan' (rafa’a). Hal ini menjadi pengingat bagi setiap Muslim agar kualitas diri dan ketakwaan mereka tidak menurun setelah Ramadan berakhir, melainkan justru semakin meningkat.
Acara pengajian rutin dan silaturahmi ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustaz Rustam Rumatiga. Melalui kegiatan ini, BKPRMI berharap ukhuwah Islamiyah antaranggota tetap terjaga sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan dakwah pemuda masjid. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar