Dorong Pemerataan 8 Lembaga Otonom, Sesi Dinamisasi DPD di Rapimwil BKPRMI Jatim Jadi Wadah Evaluasi Program Kerja
Surabaya — Jalannya sidang pleno Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) DPW BKPRMI Jawa Timur 2026 memasuki sesi dinamisasi yang berlangsung interaktif dan produktif di Ruang Aula Bakesbangpol Jatim, Sabtu (23/5/2026). Sesi khusus ini menjadi wadah bagi jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur untuk mengevaluasi capaian, kendala, sekaligus menyelaraskan program dengan kearifan lokal masing-masing daerah.
Dalam suasana diskusi yang terbuka, forum ini dimanfaatkan para pengurus daerah sebagai ruang koordinasi untuk menguraikan keunggulan dan kekurangan implementasi program kerja yang dihadapi di lapangan.
Dominasi Wisuda Santri dan Pentingnya Pemerataan Gerakan
Berdasarkan hasil pemetaan dan laporan perkembangan daerah, forum mencatat bahwa program pembinaan santri melalui agenda munaqosah (ujian) dan wisuda santri Al-Qur'an masih sangat mendominasi di hampir seluruh kabupaten dan kota sebagai program nya LPPTKA (Lembaga pengembangan dan pembinaan Taman Kanak-kanak Al Qur'an).
Kondisi ini dinilai menunjukkan keberhasilan besar di sektor pengajaran Al-Qur'an usia dini, namun di sisi lain memperlihatkan adanya ketimpangan gerak kelembagaan.
Menanggapi hal tersebut, pimpinan wilayah menekankan pentingnya pemerataan program kerja agar tidak hanya bertumpu pada satu sektor. Seluruh DPD didorong untuk mulai mengaktifkan dan memaksimalkan peran delapan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan (LPP) otonom lainnya di bawah naungan BKPRMI.
Optimalisasi Fungsi Delapan Lembaga Otonom
Pemerataan gerakan ini dinilai krusial agar syiar pemuda masjid dapat menyentuh berbagai aspek kehidupan umat secara komprehensif. Delapan lembaga otonom yang diminta untuk segera diperkuat di tingkat daerah meliputi:
- LPKS (Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah)
- LBHA (Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi)
- LPKM (Lembaga Pembinaan Kesehatan Masyarakat)
- LPPSDM (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia)
- LPEKIN (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Industri)
- LDSI (Lembaga Dakwah dan Seni Budaya Indonesia)
- Brigade Masjid (Unit pengamanan dan kesiapsiagaan Kader)
- LPRM (Lembaga Pembinaan Remaja Masjid)
Melalui dinamika forum ini, DPW BKPRMI Jawa Timur berharap setiap pengurus daerah dapat merumuskan formula strategis yang adaptif.
Dengan demikian, potensi pemuda masjid di Jawa Timur dapat bergerak seimbang, baik dalam mencetak generasi pencinta Al-Qur'an maupun dalam pemberdayaan ekonomi, hukum, sosial, dan kaderisasi kepemimpinan nasional. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar