Spirit Ramadhan: LPPSDM BKPRMI Jawa Timur Gelar Kajian Sabtu Ngabuburit untuk Tingkatkan Kualitas Diri - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Sabtu, 21 Februari 2026

Spirit Ramadhan: LPPSDM BKPRMI Jawa Timur Gelar Kajian Sabtu Ngabuburit untuk Tingkatkan Kualitas Diri

 Spirit Ramadhan: LPPSDM BKPRMI Jawa Timur Gelar Kajian Sabtu Ngabuburit untuk Tingkatkan Kualitas Diri



Surabaya – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM) BKPRMI Jawa Timur sukses menyelenggarakan acara "Kajian Sabtu Ngabuburit" pada Sabtu (21/2/2026). 


Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting ini dimulai pukul 17.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.


Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Jawa Timur, Ustadz H. Ahmad Bahrudin. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga komitmen dan semangat untuk terus bergerak meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. 


Ustadz Ahmad Bahrudin bahkan menceritakan betapa ia memprioritaskan janji dengan para kader BKPRMI meskipun pada saat yang bersamaan mendapatkan undangan dari Ibu Gubernur di Masjid Al Akbar.


“Bulan ini adalah bulan yang sangat dinanti. Ramadhan bukan hanya bulan yang dirindukan umat Muslim karena keberkahannya, melainkan juga momentum bagi kita untuk bersyukur karena masih diberi usia oleh Allah SWT. Banyak saudara kita yang sudah dipanggil lebih dulu, maka bertemunya kita dengan Ramadhan tahun ini adalah sebuah keniscayaan untuk memaksimalkan kualitas ibadah,” ujar Ustadz Ahmad Bahrudin di hadapan para peserta virtual.


Mengubah Pola Pikir: Puasa Bukan Beban

Dalam materinya yang bertajuk "Spirit Ramadhan untuk Pembaharuan Kualitas Diri", beliau mengajak jamaah untuk mengubah pola pikir (mindset) lama mengenai "tidurnya orang berpuasa adalah ibadah". 


Menurutnya, jangan sampai slogan tersebut dijadikan alasan untuk bermalas-malasan atau sekadar menghindari dosa lisan dengan cara tidur sepanjang hari.


“Jangan anggap puasa sebagai beban. Allah memanggil orang-orang yang beriman untuk berpuasa agar aktivitas kita bernilai luar biasa di sisi-Nya. Jika kita menggunakan logika diri, puasa memang terasa lapar dan haus, namun ketika diukur dengan keimanan, puasa seharusnya menjadi penggerak bagi pribadi maupun komunitas untuk memberikan manfaat bagi orang di sekitar,” tambahnya.


Implementasi Ibadah Sosial

Ustadz Ahmad Bahrudin juga menekankan bahwa ibadah di bulan Ramadhan tidak terbatas pada ritual pribadi seperti tilawah dan qiyamul lail, tetapi juga ibadah sosial. Beliau memberikan contoh sederhana bagi yang merasa terbatas secara materi.


 “Sedekah tidak harus berupa materi. Membantu tetangga menyiapkan takjil, membantu memasak, atau sekadar berbagi ilmu dan pengalaman adalah bentuk sedekah yang bernilai tinggi,” jelasnya.


Menutup tausiyahnya, beliau memberikan pengingat keras mengenai misteri kematian. Beliau mengajak peserta untuk memosisikan setiap detik di bulan Ramadhan seolah-olah menjadi detik terakhir dalam hidup.


“Kita tidak tahu apakah kita bisa sampai ke ujung Ramadhan ini, atau bahkan apakah besok kita masih bisa melihat matahari. Jika kita selalu mengingat kematian, maka kita akan sangat maksimal dalam beribadah. Ingatlah, sebagaimana pahala dilipatgandakan, konsekuensi atas pelanggaran aturan Allah di bulan suci ini juga sangat besar. Mari kita tata niat agar seluruh aktivitas sosial dan pribadi kita bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” pungkasnya.


Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para kader BKPRMI dan masyarakat Jawa Timur untuk menjalani Ramadhan 1447 H dengan penuh berkah dan pembaharuan kualitas diri yang nyata. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad