Gunakan Metode Gamifikasi, Ririn Wiheni Uji Adrenalin Remaja Masjid Jatim di Sesi Pre-Test Digital
Surabaya - Tidak hanya menyajikan materi teoretis dan kisah inspiratif yang menyentuh sanubari, pelatihan manajemen remaja masjid ini juga menghadirkan sesi evaluasi yang modern dan interaktif di Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Sabtu (25/4/2026)
Memasuki sesi pemahaman organisasi, panitia menyelenggarakan pre-test bagi seluruh peserta mengenai wawasan seputar BKPRMI. Berbeda dengan ujian konvensional, sesi ini dikemas dalam bentuk kompetisi digital menggunakan aplikasi Kahoot!.
Sesi yang memacu adrenalin ini dipandu langsung oleh Sekretaris Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah (LPKS) BKPRMI Jawa Timur, Ibu Ririn Wiheni. Suasana di aula Pesantren Digipreneur Al Yasmin seketika berubah menjadi riuh dan kompetitif. Melalui layar proyektor besar, Ibu Ririn menampilkan pertanyaan-pertanyaan strategis mengenai sejarah, struktur organisasi, hingga visi-misi BKPRMI.
Para peserta yang telah bersiap dengan gawai (smartphone) masing-masing, saling beradu cepat dan tepat dalam memberikan jawaban. "Kita ingin membuktikan bahwa belajar organisasi itu tidak harus kaku. Dengan bantuan teknologi seperti Kahoot ini, adrenalin para remaja masjid terpacu. Mereka harus berpikir cepat di bawah tekanan waktu, persis seperti tantangan yang akan mereka hadapi saat mengelola masjid nanti," ujar Ririn Wiheni di sela-sela memandu acara.
Sistem peringkat (leaderboard) yang tampil secara real-time di depan kelas membuat persaingan semakin terbuka dan transparan. Sorak sorai peserta pecah setiap kali terjadi pergeseran posisi peringkat di layar, menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan namun tetap serius.
Metode pembelajaran berbasis gim (gamification) ini sengaja dipilih untuk menyesuaikan dengan karakter generasi Z dan milenial yang menjadi peserta utama. Hal ini selaras dengan semangat Pesantren Digipreneur Al Yasmin yang mengedepankan integrasi nilai-nilai agama dengan kecakapan digital.
Melalui pre-test kompetitif ini, LPPRM BKPRMI Jawa Timur berharap para peserta dapat mengukur sejauh mana pemahaman awal mereka, sekaligus memotivasi mereka untuk lebih mendalami peran strategis BKPRMI dalam pemberdayaan umat di masa depan. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar