Tanamkan Jiwa Kepemimpinan, Sekum DPW BKPRMI Jatim: Organisasi Adalah Sekolah Kehidupan yang Nyata
Surabaya – Rangkaian Pelatihan Manajemen Remaja Masjid yang diselenggarakan oleh LPPRM BKPRMI Jawa Timur di Pesantren Digipreneur Al Yasmin memasuki sesi inti. Sekretaris Umum (Sekum) DPW BKPRMI Jawa Timur, Alim Sulaiman, memberikan materi mendalam mengenai keorganisasian BKPRMI dengan menekankan pentingnya integritas dan kemauan belajar bagi kader muda, Sabtu (25/4/2026).
Dalam paparannya, Alim Sulaiman menegaskan bahwa organisasi adalah tempat terbaik untuk belajar menjadi pemimpin yang tidak didapatkan di bangku sekolah atau kuliah. Ia berbagi kisah inspiratif saat memutuskan mundur dari pengurus tingkat kota di Blitar demi menghidupkan organisasi dari level terendah, yakni kelurahan.
"Di organisasi ini kita belajar memimpin manusia dengan berbagai karakter. Menjadi pemimpin bukan tentang siapa yang paling lama menjabat, tetapi siapa yang paling mampu menggerakkan dan menciptakan ide kreatif. Keberanian memulai dari hal kecil itulah yang membawa saya hingga diamanahi sebagai Sekretaris Umum Jawa Timur," tegas Alim di hadapan para peserta.
Ia juga mengingatkan agar para kader tidak mengejar jabatan untuk kebanggaan semata, melainkan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan ikhlas. Alim memberikan pesan keras terkait komitmen dalam berorganisasi.
"Jika tidak siap menjadi pengurus yang amanah, lebih baik tidak usah berorganisasi. Jabatan ini bukan untuk dibangga-banggakan, tapi untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Ingatlah pemimpin-pemimpin bangsa kita, mereka semua lahir dari proses organisasi yang panjang," imbuhnya.
Sejarah dan Struktur BKPRMI
Sebagai bagian dari materi ke-BKPRMI-an, dijelaskan bahwa Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada didirikan pada tanggal 3 September 1977, bertepatan dengan 19 Ramadhan 1397 H.
Organisasi ini awalnya bernama Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) dan dideklarasikan di Masjid Istiqamah, Bandung, Jawa Barat. Perubahan nama menjadi BKPRMI baru terjadi kemudian melalui hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) VI pada tahun 1993 di Masjid Istiqlal, Jakarta. sebagai wadah komunikasi dan pembinaan bagi pemuda remaja masjid di seluruh Indonesia untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan peran masjid dalam pembangunan bangsa.
Untuk menjalankan fungsinya secara spesifik, BKPRMI menaungi beberapa lembaga otonom (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan), di antaranya:
1. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Quran (LPPTKA)
2. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM)
3. Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah (LPKS)
4. Lembaga Dakwah dan Syiar Islam (LDSI)
5. Lembaga Pembinaan Pemuda Remaja Masjid (LPPRM)
6. Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Investasi (LPEKIN)
7. Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM),
8. Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi (LBHA)
9. Brigade Masjid BKPRMI
Dengan pemahaman sejarah dan struktur yang kuat, Alim Sulaiman berharap para peserta kembali ke daerah masing-masing dengan tekad bulat untuk mengabdi. "Saya menunggu kalian menjadi pemimpin masa depan Jawa Timur yang mampu menyatukan hati kader-kader di daerah," pungkasnya. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar