Ketua BKPRMI Jatim: Remaja Masjid Harus Jadi Solusi Umat, Bukan Sekadar Penonton Era Digital
Surabaya - Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPW BKPRMI Jawa Timur, Ustadz Ahmad Bahrudin, S.Ag., dalam arahannya pelatihan manajemen remaja masjid di Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Sabtu (25/4/2026)
Ia menekankan bahwa tantangan remaja masjid saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Ia menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang kini mulai disalahgunakan untuk tindak kejahatan seperti penipuan berbasis kloning suara.
“Hari ini kita menghadapi tantangan AI. Saya sendiri sudah mengalami bagaimana teknologi digunakan untuk modus penipuan. Ini menjadi pengingat bahwa remaja masjid harus melek digital agar tidak hanya menjadi objek, tetapi mampu mengendalikan teknologi untuk kemaslahatan,” tutur Ustadz Bahrudin.
Ia juga menyentil fenomena masjid yang mulai kehilangan generasi muda karena pola pengelolaan yang kurang ramah terhadap anak-anak dan remaja. Menurutnya, masjid seharusnya menjadi pusat peradaban dan komunitas, bukan sekadar tempat ritual ibadah semata.
“Bagaimana mungkin masjid kita menjadi ramai jika pemudanya tidak bergerak? Kita harus membudayakan masjid sebagai tempat yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, sesuai teladan Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ustadz Bahrudin mengungkapkan keprihatinannya terhadap ancaman sosial yang menyasar generasi muda di Jawa Timur, salah satunya adalah bahaya peredaran narkoba yang mulai masuk ke lingkungan sekolah. Oleh karena itu, ia mengajak para peserta untuk memperkuat potensi diri dan organisasi melalui wadah BKPRMI.
“Jangan pernah merasa nyaman dengan kondisi saat ini karena kita tidak tahu tantangan apa yang akan dihadapi satu dekade ke depan. Kosongkan 'memori' kalian hari ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, terutama materi digital dari para pakar di pesantren ini, agar bisa diimplementasikan di daerah masing-masing,” pesannya sekaligus membuka acara secara resmi.
Pelatihan ini menghadirkan berbagai materi strategis, termasuk pengembangan potensi digital yang dimentori langsung oleh pengasuh Pesantren Digipreneur Al Yasmin. Melalui kolaborasi ini, BKPRMI Jatim berharap remaja masjid mampu bertransformasi menjadi penggerak ekonomi dan sosial di era digital, sekaligus menjadi benteng moral bagi lingkungan sekitarnya. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar