Jaga Kualitas Guru Ngaji, Tilawati Surabaya Tekankan Pentingnya Sertifikasi Sesuai Prosedur - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Sabtu, 25 April 2026

Jaga Kualitas Guru Ngaji, Tilawati Surabaya Tekankan Pentingnya Sertifikasi Sesuai Prosedur

 Jaga Kualitas Guru Ngaji, Tilawati Surabaya Tekankan Pentingnya Sertifikasi Sesuai Prosedur

H. Ahmad Bahrudin Ketua Tilawati Surabaya 


Surabaya – Semangat menjaga kualitas dan kompetensi pengajar Al-Qur'an menjadi sorotan utama dalam acara Halalbihalal Guru Ngaji yang digelar oleh komunitas Tilawati Citra Anak Sholeh (CAS) Surabaya bersinergi dengan DPD BKPRMI Kota Surabaya. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Masjid Istiqlal, Pandegiling, Surabaya.


Ketua Metode Tilawati CAS Surabaya, Ustadz H. Ahmad Bahrudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada takmir Masjid Istiqlal yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut. Ia menyebut bahwa berkumpulnya para guru ngaji di tempat ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan takdir Allah SWT agar silaturahmi tetap terjaga.


"Atas nama pribadi, keluarga, dan komunitas Tilawati Surabaya Citra Anak Sholeh, kami mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Dengan hati yang ikhlas, kami memohon maaf atas segala kesalahan, dan kami pun telah memaafkan semua," ujar Ustadz Bahrudin di hadapan para hadirin.


Selain sebagai ajang silaturahmi di bulan Syawal, Ustadz Bahrudin juga menyinggung sejarah panjang perjuangan kesejahteraan dan kompetensi guru ngaji di Surabaya. Ia mengenang kembali inisiasi pemberian transportasi (uang jaspel) bagi guru ngaji yang merupakan usulan dari BKPRMI kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.


"Saat bertemu di Convention Hall, BKPRMI mengusulkan adanya sertifikasi guru ngaji untuk mengukur kualitas kompetensi. Hal itulah yang melandasi kebijakan Pemkot Surabaya sehingga kini guru ngaji wajib memiliki syahadah (sertifikat) sebagai bukti kompetensi," jelasnya.


Namun, ia menyayangkan keberlanjutan program sertifikasi kolaboratif yang sempat terhenti setelah pelaksanaannya di wilayah Tandes, meskipun desain sertifikat awal telah disiapkan. Menanggapi fenomena munculnya metode-metode baru yang menawarkan sertifikasi instan, Ustadz Bahrudin memberikan peringatan keras.


"Tilawati tetap istiqamah menjaga ruh kualitas kompetensi guru ngaji melalui pembinaan rutin dan diklat sesuai prosedur. Jika ada metode yang hanya sehari pelatihan langsung memberikan syahadah, jangan ditiru. Tilawati dilarang menjadikan (pelatihan) ini sebagai proyek sesaat," tegasnya.


Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh guru ngaji untuk tetap semangat dalam belajar dan mengajarkan Al-Qur'an demi mencetak generasi anak-anak yang sholeh di masa depan (Bunda Tri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad