Halalbihalal Guru Al-Qur’an Surabaya: Menata Niat Menjadi ‘Murobbi’ di Era Gen Alfa
Surabaya – Ratusan guru mengaji yang tergabung dalam DPD BKPRMI Kota Surabaya dan komunitas Tilawati Citra Anak Sholeh (CAS) memadati Masjid Istiqlal, Pandegiling, pada Minggu (26/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus evaluasi peran pendidik Al-Qur’an di tengah tantangan zaman.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Metode Tilawati CAS Surabaya, Ustadz H. Ahmad Bahrudin. Beliau menekankan pentingnya menjaga marwah kompetensi guru ngaji melalui proses sertifikasi yang benar. "Sertifikasi dan syahadah bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bukti kualitas. Tilawati istiqamah menjaga prosedur ini agar tidak menjadi proyek sesaat," tegasnya.
Menanggapi dinamika kesejahteraan atau jasa pelayanan (jaspel) guru ngaji di Surabaya, Ustadz M. Afthoni Adyatama, S.Ps.I., M.Kom.I., Al-Hafidz, dalam tausiyahnya mengajak para guru untuk kembali menata niat. Ia mengingatkan bahwa menjadi guru Al-Qur’an adalah menjadi "pegawai" Allah SWT.
"Intensif atau jaspel itu bonus, biarkan pengurus yang memperjuangkan dan mengurusnya. Guru ngaji harus tetap fokus pada kualitas bacaan dan batin santri. Jangan berharap pada selain Allah," ujar Ustadz Afthoni.
Lebih lanjut, Ustadz Afthoni mengklasifikasikan tiga tipe pendidik. Pertama, tipe Al-Ajir (buruh), yang datang hanya untuk mengajar dan pulang dengan fokus utama pada materi. Kedua, tipe Muallim, yang mengajar hingga santri pintar namun kurang memperhatikan akhlak. Ketiga, tipe Murobbi.
"Kita harus menjadi Murobbi, yang merawat bukan hanya kompetensi, tetapi juga adab dan spiritualitas santri. Seorang guru Al-Qur’an idealnya bersimpuh di malam hari, bermunajat mendoakan keberkahan bagi murid-muridnya," tambahnya.
Menutup tausiyahnya, pakar komunikasi ini juga mengingatkan para guru untuk beradaptasi dalam mendidik Generasi Alfa (anak kelahiran 2013 ke atas). Menurutnya, generasi yang lahir di era teknologi ini sangat membutuhkan validasi dan apresiasi.
Guru dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga merawat cinta melalui pendekatan yang relevan dengan karakter mereka. Kegiatan yang diikuti guru ngaji dari LPPTKA BKPRMI Surabaya dan Metode Tilawati diakhiri dengan doa bersama dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas dakwah Al-Qur'an di Kota Pahlawan. (Bunda Tri)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar