Tangis Haru di Pelatihan BKPRMI Jatim: Kisah Nakula-Sadewa, Hafiz Tunanetra yang Getarkan Hati Peserta
Surabaya - Suasana pelatihan yang awalnya penuh semangat diskusi seketika berubah menjadi haru saat panitia menghadirkan tamu istimewa: si kembar penghafal Al-Qur'an, Muhammad Nakula dan Muhammad Sadewa. Di hadapan ratusan peserta, kedua remaja yatim penyandang tunanetra ini didampingi sang ibu menceritakan perjuangan luar biasa mereka dalam menjaga kalam Ilahi.
Sang ibu dengan suara bergetar mengenang masa sulit saat melahirkan keduanya secara prematur pada usia kandungan enam bulan. Dengan berat badan yang sangat rendah saat lahir, dokter memberikan kabar pahit bahwa kedua putranya kemungkinan besar tidak akan bisa melihat karena organ penglihatan yang belum sempurna.
“Waktu itu dokter menawarkan operasi, namun peluang keberhasilannya sangat kecil. Saya tidak tega melihat bayi sekecil itu harus dioperasi. Akhirnya saya berserah kepada Allah dan bertekad, jika memang anak-anak saya tidak bisa melihat dunia, maka mereka harus bisa 'melihat' akhirat dengan menjadi hafiz Al-Qur'an,” kenang sang ibu, disambut isak haru para peserta.
Keteguhan hati sang ibu berbuah manis. Nakula dan Sadewa tidak hanya berhasil menghafal 30 juz Al-Qur'an di tengah keterbatasan fisik dan status sebagai yatim, tetapi juga mendapatkan kemuliaan yang diimpikan banyak orang. Berawal dari pertemuan dengan Ustadz Adi Hidayat, mereka kemudian diberangkatkan umrah. Puncaknya, hafalan mereka diakui dan ditashih langsung oleh Imam Masjidil Haram serta Imam Masjid Nabawi.
Kisah sukses Nakula dan Sadewa menjadi suntikan motivasi yang luar biasa bagi para peserta pelatihan manajemen masjid. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik dan ekonomi bukanlah penghalang untuk berkhidmat kepada agama.
“Jika Nakula dan Sadewa yang memiliki keterbatasan saja bisa memberikan kemuliaan bagi masjid dan agama, maka kita yang diberikan kesempurnaan fisik harus malu jika tidak bergerak lebih hebat untuk memakmurkan masjid,” ungkap Alim Sulaiman Sekum DPW BKPRMI Jawa Timur
Kehadiran sosok inspiratif ini semakin mempertegas pesan dari rangkaian acara LPPRM BKPRMI Jatim bahwa manajemen masjid bukan sekadar urusan teknis administrasi, melainkan tentang membangun jiwa dan mencetak generasi Qurani yang tangguh di tengah tantangan zaman. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar