DPP BKPRMI Dukung Taujihat MUI, Kutuk Agresi Militer di Timur Tengah dan Serukan Keadilan Global - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Jumat, 03 April 2026

DPP BKPRMI Dukung Taujihat MUI, Kutuk Agresi Militer di Timur Tengah dan Serukan Keadilan Global

 DPP BKPRMI Dukung Taujihat MUI, Kutuk Agresi Militer di Timur Tengah dan Serukan Keadilan Global



Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap Taujihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor: Kep-40/DP-MUI/IV/2026. Pernyataan sikap ini merespons eskalasi konflik bersenjata yang kian memprihatinkan di kawasan Timur Tengah.


Ketua Umum DPP BKPRMI, H. Nanang Mubarok, S.H.I., M.Sos., menyampaikan apresiasi atas terbitnya panduan MUI tersebut yang berfokus pada penghentian agresi, penegakan hukum internasional, dan perwujudan keadilan kemanusiaan.


"Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya konflik bersenjata, khususnya agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Palestina, Lebanon, serta kawasan lainnya," ujar Nanang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (3/4/2026).


Nanang menegaskan bahwa agresi tersebut telah memicu krisis kemanusiaan hebat, mulai dari jatuhnya korban jiwa, kehancuran infrastruktur, hingga instabilitas ekonomi global. Menurutnya, konflik ini bukan sekadar masalah politik, melainkan tragedi kemanusiaan yang menuntut tanggung jawab moral dunia.


Menegakkan Fondasi Perdamaian


Sejalan dengan prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan amanat Pembukaan UUD 1945, DPP BKPRMI meyakini perdamaian abadi mustahil tercapai tanpa penghapusan kezaliman.


"Keadilan adalah fondasi utama bagi perdamaian berkelanjutan. Kami mendukung penuh 10 poin Taujihat MUI, termasuk perlindungan warga sipil dan penguatan solidaritas umat Islam sedunia," tambahnya.


Seruan Aksi bagi Kader BKPRMI


Dalam pernyataan tersebut, DPP BKPRMI juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh kader, pengurus, dan pemuda remaja masjid di seluruh Indonesia untuk mengambil peran aktif melalui lima langkah nyata:

1.Peningkatan Literasi: Memperkuat kesadaran kemanusiaan dan pemahaman isu global.

2.Aksi Solidaritas: Menggalang bantuan nyata bagi korban konflik.

3.Revitalisasi Fungsi Masjid: Menjadikan masjid sebagai pusat gerakan perdamaian dan peradaban.

4.Kawal Kebijakan: Memastikan kebijakan negara tetap berpihak pada keadilan internasional.

5.Kekuatan Spiritual: Memperbanyak doa sebagai dukungan moral agar penjajahan segera dihentikan.


"Dunia yang damai tidak akan lahir dari kekuatan senjata, tetapi dari keberanian menegakkan keadilan. Mari kita berdiri di barisan kemanusiaan," pungkas Nanang.


BKPRMI berharap seruan ini menjadi momentum bagi generasi muda Indonesia untuk tampil sebagai pelaku perubahan di kancah internasional demi mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil dan beradab. (Bunda Tri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad