Optimalkan Peran Pemuda, Nanang Sugianto Bedah Strategi SWOT dalam Pelatihan Manajemen Remaja Masjid - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Sabtu, 25 April 2026

Optimalkan Peran Pemuda, Nanang Sugianto Bedah Strategi SWOT dalam Pelatihan Manajemen Remaja Masjid

 Optimalkan Peran Pemuda, Nanang Sugianto Bedah Strategi SWOT dalam Pelatihan Manajemen Remaja Masjid

Nanang Sugianto (Bersarung Biru) Memberikan materi analisa SWOT 


Surabaya – Guna mencetak generasi pengelola rumah ibadah yang tangguh dan visioner, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Regu Manajemen Masjid (LPPRM) BKPRMI Jawa Timur menggelar Pelatihan Manajemen Remaja Masjid. Acara yang berlangsung di Pesantren Digipreneur Al Yasmin pada Sabtu (25/4/2026) ini menghadirkan Nanang Sugianto sebagai narasumber ahli.


Dalam pemaparannya, Nanang Sugianto memfokuskan materi pada penggunaan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) sebagai alat bedah organisasi. Menurutnya, remaja masjid adalah mesin penggerak peradaban yang harus memiliki arah gerak yang terukur dan profesional.


"Remaja masjid tidak boleh hanya sekadar ada. Mereka harus mampu memetakan kekuatan internal, seperti semangat muda dan kedekatan dengan teknologi, serta berani mengevaluasi kelemahan, seperti manajemen waktu atau minimnya literasi organisasi," ujar Nanang di depan para aktivis remaja masjid se-Jawa Timur.


Nanang merincikan empat elemen SWOT yang harus dikuasai oleh para peserta:

Strengths (Kekuatan): Mengoptimalkan potensi kreatif pemuda dan soliditas pengurus.

Weaknesses (Kelemahan): Mengidentifikasi hambatan komunikasi internal dan keterbatasan anggaran.

Opportunities (Peluang): Memanfaatkan platform digital (media sosial) sebagai sarana dakwah kekinian dan kolaborasi lintas komunitas.

Threats (Ancaman): Membentengi diri dari dampak negatif pergaulan bebas dan penyebaran konten hoaks di lingkungan pemuda.


Lebih dari sekadar teori, pelatihan ini mewajibkan setiap peserta melakukan simulasi pemetaan masalah. Nanang membimbing langsung proses transformasi tantangan menjadi program kerja yang inovatif. Harapannya, remaja masjid mampu melahirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan Gen Z namun tetap menjaga marwah masjid sebagai pusat ibadah.


Muhammad Rosyid dirwil LPPRM BKPRMI Jatim sekaligus Ketua penyelenggara menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan estafet kepengurusan masjid di Jawa Timur berjalan di tangan yang tepat. 


"Melalui analisis SWOT, diharapkan para remaja masjid memiliki kemandirian dalam mengelola kegiatan yang mandiri dan berdampak bagi masyarakat luas".pungkas Nanang (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad