BKPRMI Dorong Kaum Muda Masjid Jadi Pelopor Ekonomi Syariah dan Gaya Hidup Halal
Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Upgrading & Training of Trainer (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah bagi Alumni Standardisasi Dai/Daiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung LPPI, Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (23/4/2026) ini diselenggarakan oleh Komisi Dakwah MUI melalui Pokja Dakwah Ekonomi dan Pokja Penguatan Kompetensi Dai, bekerja sama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia.
Ketua Umum DPP BKPRMI, Nanang Mubarok, menegaskan bahwa dakwah di bidang ekonomi memiliki urgensi tinggi untuk menjawab tantangan umat saat ini. Menurutnya, dakwah tidak boleh terbatas pada aspek ibadah (ubudiyah), tetapi juga harus menyentuh aspek muamalah.
"Para dai perlu menyampaikan kepada umat bahwa ekonomi dan keuangan syariah adalah bagian penting dari ajaran Islam. Kita harus mengajak umat untuk menerapkan gaya hidup halal (halal lifestyle)," ujar Nanang dalam keterangannya, Kamis (23/4).
Nanang juga menyoroti adanya persepsi keliru di masyarakat yang menganggap masjid hanya sebagai tempat ibadah sakral. Ia menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, masjid seharusnya berfungsi sebagai pusat peradaban yang mengintegrasikan aspek spiritual dengan sosial-ekonomi umat.
Oleh karena itu, DPP BKPRMI mengajak generasi muda masjid untuk terlibat aktif dalam Gerakan Dakwah Ekonomi dan Keuangan Syariah. Nanang berharap kaum muda tidak terjebak dalam dampak negatif bonus demografi dan arus globalisasi yang cenderung konsumtif.
"Generasi muda masjid harus menjadi pelopor dalam mengarusutamakan ekonomi syariah. Ini bukan sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan dan identitas sebagai Muslim," tegasnya.
Lebih lanjut, BKPRMI mendorong agar masjid bertransformasi menjadi pusat edukasi, pemberdayaan ekonomi, hingga inkubasi kewirausahaan syariah. Melalui sinergi antara ulama, lembaga keuangan, dan organisasi kepemudaan, diharapkan lahir generasi muda yang berdaya saing, berakhlak, dan senantiasa berorientasi pada nilai-nilai halal. (Bunda Tri)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar