Menyelamatkan Senyum dan Masa Depan: Misi Kemanusiaan BKPRMI di Tanah Sumatera
Sumatera — Di balik data statistik kerusakan rumah dan infrastruktur akibat bencana, ada satu kerugian yang tak ternilai harganya: hilangnya keceriaan dan semangat belajar anak-anak. Bencana sering kali merampas rasa aman dari jiwa-jiwa kecil ini. Inilah alasan utama mengapa DPP BKPRMI menetapkan Roadshow Trauma Healing sebagai agenda prioritas dalam misi kemanusiaan di Sumatera.
Melalui program BKPRMI Peduli, kami menyadari bahwa anak-anak penyintas bencana membutuhkan lebih dari sekadar makanan dan pakaian. Mereka membutuhkan harapan agar pendidikan keagamaan mereka tidak terhenti. Oleh karena itu, pada Ahad (11/1/2026), BKPRMI Peduli meluncurkan Training of Trainer (TOT) di Masjid Raya Baiturrahman untuk memastikan para guru ngaji memiliki "resep" psikologis dalam mendampingi santri-santrinya yang trauma.
H. Nanang Mubarok Ketua umum DPP BKPRMI menyatakan "Kami percaya bahwa pemulihan terbaik bagi anak-anak adalah kembali ke lingkungan yang mereka kenal dan cintai. Dengan menjadikan masjid sebagai pusat trauma healing, kita sedang membangun kembali benteng mental dan spiritual mereka". Ujarnya
Ia menambahkan "Pendekatan yang kami lakukan menyentuh tiga aspek krusial:
Ibadah yang Menenangkan: Mengembalikan ketenangan melalui lantunan Al-Qur’an.
Aktivitas Ramah Anak: Mengganti ketakutan dengan keceriaan melalui metode komunikasi empatik.
Keberlanjutan Belajar: Memastikan aktivitas di TAAM, TKA, TPA, hingga TQA tetap berjalan.
Bukan Sekadar Kunjungan, Tapi Dukungan Nyata dan untuk mendukung pemulihan ini, tim BKPRMI peduli—yang melibatkan tokoh-tokoh seperti H. Gunawan HS dan H. Syafrizal Harahap—bergerak melintasi kabupaten/kota mulai dari Pidie Jaya, Aceh Tengah, hingga Sumatera Utara.
"Kami tidak datang dengan tangan hampa. Al-Qur’an baru, buku Iqro, serta alat tulis sekolah kami distribusikan langsung. Kami ingin anak-anak di pengungsian atau wilayah terdampak merasa bahwa mereka tidak sendirian. Setiap buku yang mereka pegang adalah simbol bahwa masa depan mereka tidak boleh runtuh bersama bangunan yang roboh". Katanya
Ikhtiar Membangun Ketangguhan menjadi komitmen BKPRMI untuk terus membersamai umat. BKPRMI ingin memastikan bahwa pascabencana, masyarakat—terutama generasi muda—bangkit dengan mental yang lebih kuat dan spiritualitas yang lebih kokoh. Inilah bentuk nyata dari "membangun ketangguhan umat dari masjid." (Bunda Tri)
Bagi kami, keberhasilan misi ini bukan diukur dari seberapa banyak bantuan yang tersalurkan, melainkan dari seberapa banyak anak yang kembali berani bermimpi dan kembali mengaji dengan tenang di dalam masjid.
Penulis : H. Nanang Mubarok Ketua Umum DPP BKPRMI


Tidak ada komentar:
Posting Komentar