Aksi Masif BKPRMI di Masjid Terdampak Banjir dan Langkah Strategis Bersama Pemerintah Aceh
Banda Aceh – Upaya pemulihan pascabencana banjir di wilayah Aceh terus diperkuat melalui aksi nyata di lapangan dan penguatan koordinasi strategis di tingkat provinsi. Sementara ratusan relawan bergerak membersihkan rumah ibadah di Aceh Utara dan Aceh Timur, koordinasi lintas sektoral untuk optimalisasi sumber daya tanggap darurat mulai dilakukan di Kantor Gubernur Aceh.
Rapat Strategis di Posko Tanggap Darurat Aceh
Guna memastikan pemulihan bencana hidrometeorologi berjalan sistematis, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh mengundang seluruh Organisasi Masyarakat Sipil (CSO) yang bekerja di Provinsi Aceh untuk menghadiri rapat koordinasi pada Sabtu (10/1/2026). Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung di Posko Tanggap Darurat Aceh, Ruang Potda Lt. 3, Kantor Gubernur Aceh.
Agenda utama rapat ini adalah "Optimalisasi Dukungan Sumberdaya CSO untuk Tanggap Darurat Bencana (TDB) dan Pemulihan". Langkah ini diambil untuk mensinkronkan bantuan dari lembaga non-pemerintah agar penanganan dampak banjir lebih merata dan tepat sasaran di seluruh titik terdampak.
Aksi Lapangan: Aceh Utara dan Aceh Timur
Sejalan dengan koordinasi di tingkat provinsi, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) bergerak serentak melakukan aksi pembersihan fisik masjid yang lumpuh akibat banjir:
Kabupaten Aceh Utara: Di Masjid Baitul A’la, Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, kondisi masih kritis. Hingga Jumat (9/1), shalat Jumat terpaksa dipindahkan ke tenda pengungsian akibat lantai tertimbun lumpur dan sanitasi rusak total. Koordinasi aksi di bawah kendali Akhi Sudadi (+62 852-7023-1999).
Kabupaten Aceh Timur: Tim BKPRMI Peduli Aceh Timur melakukan aksi serupa di Masjid Paya Demam Sa, Kecamatan Pante Bidari. Relawan kolaborasi dikerahkan untuk normalisasi fasilitas ibadah sejak pagi hari. Koordinasi wilayah ini dipimpin oleh Akhi Yanwar (+62 852-6009-7701).
Kerusakan Infrastruktur yang Mengkhawatirkan
Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa banjir hidrometeorologi kali ini mengakibatkan kerusakan struktural pada masjid, mulai dari plafon yang hancur, sound system rusak, hingga endapan lumpur yang membuat halaman masjid lebih tinggi dari lantai dalam.
"Sinergi antara aksi fisik relawan di tingkat gampong dan penguatan kebijakan di Kantor Gubernur Aceh diharapkan dapat mempercepat kembalinya aktivitas normal bagi masyarakat Aceh. Kehadiran elemen sipil dalam rapat bersama Sekda menjadi kunci bagi manajemen bencana yang lebih inklusif di Bumi Serambi Mekkah". Pungkas Ridha Yunawardi, Sekretaris umum BKPRMI Aceh (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar