Transformasi Ibadah: Dirnas LPPSDM Tekankan Implementasi 5 Citra BKPRMI dalam Pengajian Al Kahfi - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Kamis, 08 Januari 2026

Transformasi Ibadah: Dirnas LPPSDM Tekankan Implementasi 5 Citra BKPRMI dalam Pengajian Al Kahfi

 Transformasi Ibadah: Dirnas LPPSDM  Tekankan Implementasi 5 Citra BKPRMI dalam Pengajian Al Kahfi

Direktur Nasional LPPSDM BKPRMI, Ustadz Nanang Jahidin, S.Sos.I, M.Sos.


Jakarta – Keluarga Besar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menggelar pengajian rutin Al Kahfi pada Jumat (9/1/2026). Mengusung tema "Meningkatkan Kualitas Iman dan Amal: Dari Sekadar Rutinitas Menuju Ibadah Berkualitas", 


kegiatan ini menjadi momentum penguatan ideologi bagi kader melalui tausiyah yang disampaikan oleh Direktur Nasional LPPSDM BKPRMI, Ustadz Nanang Jahidin, S.Sos.I, M.Sos.


Dalam paparannya, Ustadz Nanang menegaskan bahwa peningkatan kualitas ibadah bukan sekadar urusan privat antara hamba dan Pencipta, melainkan fondasi utama dalam menjalankan 5 Citra BKPRMI. Ia menyoroti fenomena ibadah yang seringkali terjebak dalam formalitas gerak tanpa menyentuh substansi perubahan perilaku.


"Ibadah yang berkualitas adalah mesin penggerak bagi kader untuk menjadi Muaddib (Pembangun Karakter). Tanpa kehadiran hati dalam shalat dan dzikir, sulit bagi kita membentuk karakter yang tangguh dan berakhlak mulia," ujar Ustadz Nanang.


Lebih lanjut, beliau mengaitkan esensi ibadah dengan citra lainnya. Sebagai seorang Mujahid (Pejuang), kader BKPRMI membutuhkan kekuatan spiritual dari ibadah yang berkualitas agar tetap konsisten dalam membela kepentingan umat. 


Begitu pula dengan peran sebagai Musyaddid (Pendidik) dan Muahid (Pemersatu); menurutnya, kesejukan hati yang lahir dari dzikir akan mempermudah kader dalam mendidik generasi qurani dan merajut persatuan di tengah perbedaan.


"Hati yang tenang karena dzikir akan melahirkan pemikiran yang jernih. Inilah modal kita sebagai Mujaddid atau pembaharu, yang mampu membawa inovasi dan perubahan positif bagi organisasi dan masyarakat," tambahnya.


Sebagai langkah konkret dalam memperbaiki kualitas amal, Ustadz Nanang memberikan empat panduan strategis yang relevan dengan jati diri kader:


Ikhlas dalam Niat: Meluruskan orientasi ibadah hanya karena Allah, sebagaimana marwah seorang Mujahid.


Pendalaman Makna: Memahami filosofi ibadah agar setiap aktivitas organisasi bernilai pahala.

Hadirnya Hati (Khusyuk): Menjaga fokus dan integritas diri dalam setiap amanah yang diemban.


Muhasabah (Evaluasi): Rutin mengevaluasi kualitas diri agar selaras dengan citra pembaharu (Mujaddid) yang dinamis.

Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama. 


Melalui pengajian ini, BKPRMI berkomitmen untuk terus mencetak kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan organisatoris, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kokoh guna menghadapi tantangan zaman di tahun 2026 ini. (Bunda Tri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad