Pelatihan PPGD dan PFA LKM BKPRMI Jatim di SMP Hang Tuah 4 Surabaya Berbasis SPAB dan UU Nomor 24 Tahun 2007 - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Selasa, 13 Januari 2026

Pelatihan PPGD dan PFA LKM BKPRMI Jatim di SMP Hang Tuah 4 Surabaya Berbasis SPAB dan UU Nomor 24 Tahun 2007

 Pelatihan PPGD dan PFA LKM BKPRMI Jatim di SMP Hang Tuah 4 Surabaya Berbasis SPAB dan UU Nomor 24 Tahun 2007



Surabaya, Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) BKPRMI Jawa Timur sukses menyelenggarakan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan Psychological First Aid (PFA) di SMP Hang Tuah 4 Surabaya, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 390 siswa/i serta bapak dan ibu guru, sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.


Pelatihan ini dilaksanakan sebagai implementasi dari Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dalam undang-undang tersebut ditegaskan bahwa setiap warga negara, termasuk satuan pendidikan, memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari ancaman bencana serta kewajiban untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.



SPAB bertujuan menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana, baik bencana alam, non-alam, maupun kondisi darurat lainnya. Program ini menekankan pada tiga pilar utama, yakni fasilitas sekolah yang aman, manajemen bencana di sekolah, serta pendidikan dan peningkatan kapasitas warga sekolah. Pelatihan PPGD dan PFA menjadi bagian penting dari pilar ketiga, yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah.


Kegiatan pelatihan menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang kebencanaan dan kemanusiaan, yakni Cak Fuad, Direktur Wilayah LKM BKPRMI Jawa Timur, serta Cak Zainuddin dari LPBI-SER NU Jawa Timur. Keduanya dikenal sebagai sahabat lama yang telah lama aktif di dunia kebencanaan hingga mendirikan komunitas FOREST (Forum Relawan Sidoarjo Tangguh).


Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama 2 jam 15 menit, dimulai dari penyampaian materi melalui slide presentasi hingga praktik dan simulasi langsung yang melibatkan peserta. Materi PPGD difokuskan pada penanganan awal kondisi gawat darurat yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah, sementara materi PFA menekankan pada dukungan psikologis awal bagi korban atau penyintas, khususnya pada usia remaja.


Sepanjang kegiatan berlangsung, peserta terlihat fokus dan menunjukkan antusiasme tinggi. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta menandakan tingginya minat serta kebutuhan akan edukasi kesiapsiagaan bencana dan kesehatan mental di lingkungan sekolah.


Dewi Fatmawati, selaku Humas SMP Hang Tuah 4 Surabaya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


_“Ini merupakan kegiatan pertama dengan materi PPGD dan PFA di sekolah kami. Kami sangat berterima kasih karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa dan guru, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat serta kepedulian terhadap kesehatan mental,”_ ujarnya.


Melalui kegiatan berbasis SPAB ini, LKM BKPRMI Jawa Timur berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, siap, dan tangguh dalam menghadapi risiko bencana, sejalan dengan amanat UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.(M.K. Habibi/Sekwil LKM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad