Pantau Munaqosyah Santri di Tuban, Dirwil LPPTKA Jatim Tekankan Pentingnya Pendidikan Al-Qur’an Sejak Dini
Tuban – Direktur Wilayah (Dirwil) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (LPPTKA) Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban pada Sabtu (3/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung pelaksanaan Munaqosyah Santri serentak yang digelar oleh LPPTKA Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Tuban.
Pelaksanaan ujian kompetensi santri tahun ini diawali di dua titik, yakni Kecamatan Singgahan dan Kecamatan Palang. Agenda rutin tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama hampir satu bulan, terhitung mulai tanggal 3 Januari hingga 1 Februari 2026.
Ketua LPPTKA BKPRMI Tuban menyampaikan bahwa munaqosyah kali ini diikuti oleh santri dari 20 kecamatan di seluruh Kabupaten Tuban dengan total peserta mencapai 10.828 santri. Pencapaian ini mengukuhkan tren positif setiap tahunnya, di mana jumlah peserta rata-rata selalu menembus angka di atas sepuluh ribu.
"Tahun ini merupakan munaqosyah yang ke-25. Ini sudah menjadi agenda rutin kami untuk menjaga kualitas bacaan dan pemahaman agama para santri," ujarnya di sela-sela peninjauan.
Materi yang diujikan dalam munaqosyah ini meliputi beberapa aspek krusial, di antaranya:
Murottilul Qur'an.
Hafalan 10 ayat pilihan.
Hafalan 23 surat pendek dan doa harian.
Praktik thaharah (bersuci).
Praktik salat.
Meski antusiasme tinggi, pihak penyelenggara mencatat tidak seluruh peserta dinyatakan lulus. Ustadz Subhan Dirwil LPPTKA Jawa Timur menjelaskan bahwa ketidaklulusan tersebut umumnya bukan disebabkan oleh beratnya materi ujian, melainkan faktor usia awal masuk lembaga.
"Banyak anak yang terlambat mendaftar. Idealnya mereka masuk sejak usia Taman Kanak-kanak Al-Qur'an (TKA) atau sekitar 7 tahun, namun faktanya banyak yang baru masuk saat usia Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) atau sekitar 10 tahun," jelas Dirwil.
Kondisi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pengurus LPPTKA BKPRMI. Pihaknya berkomitmen untuk terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memulai pendidikan Al-Qur’an sejak dini, bahkan dimulai dari jenjang PAUD Al-Qur'an (PAUDQu).
Dengan demikian, santri memiliki waktu belajar yang cukup untuk menguasai seluruh materi sebelum mengikuti munaqosyah. (Bunda Tri)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar