Wujud Nyata Gotong Royong, Warga Campurejo Gresik Buka Pintu Rumah dan Pendopo Desa demi Sukseskan 'Sinau Bareng'
Ustadz Abdul Faliq Kepala TPA Al Ikhlas Gresik
Gresik – Semangat gotong royong dan kerukunan warga pesisir begitu terasa dalam menyukseskan perhelatan akbar Sinau Bareng Sakinah Center LPKS BKPRMI Jawa Timur di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Keterbatasan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di lingkungan TK/TPA Al-Ikhlas tidak menjadi penghalang, melainkan justru memantik kerelaan warga desa yang membuka pintu rumah mereka lebar-lebar sebagai tempat singgah dan fasilitas mandi bagi para peserta se-Jawa Timur. Sabtu 8 Agustus 2026
Ketua Panitia Lokal, Ustadz Abdul Faliq, menyampaikan rasa haru dan terima kasih mendalam atas antusiasme serta kebaikan hati warga Campurejo. "Alhamdulillah, warga desa membuka tangan dengan sangat terbuka.
Beliau-beliau ini justru merasa senang dan penuh berkah jika rumahnya ditempati oleh para pejuang Al-Qur'an dari berbagai daerah. Tamu-tamu dari luar kota tidak perlu sungkan untuk singgah ke rumah penduduk," ungkap Ustadz Faliq dalam sambutannya di malam pertama kegiatan.
Sinergi yang kuat juga ditunjukkan oleh pihak Pemerintah Desa Campurejo. Kepala Desa beserta jajarannya turun tangan langsung memfasilitasi kegiatan dengan menyediakan Pendopo Desa sebagai ruang serbaguna, lapangan desa, hingga fasilitas panggung utama yang megah.
Lapangan ini disulap menjadi pusat kemeriahan malam yang menghadirkan Festival Qasidah memperebutkan Piala Ketua Umum DPW BKPRMI Jawa Timur.
Acara panggung festival yang berlangsung semarak ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Campurejo, tokoh agama, serta ratusan warga masyarakat yang memadati area lapangan desa untuk memberikan dukungan. Kolaborasi apik antara panitia, pemerintah desa, dan warga ini berhasil menciptakan atmosfer kegiatan yang tidak hanya sakral dan edukatif, tetapi juga meriah dalam balutan syiar Islam.
Kepala Desa Campurejo dalam kesempatan tersebut mengapresiasi penunjukan desanya sebagai tuan rumah tingkat regional. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi motivasi literasi anak-anak di desa, sekaligus menunjukkan bahwa budaya gotong royong masyarakat pesisir Gresik tetap kokoh dan menjadi modal sosial utama dalam mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan serta kemasyarakatan. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar