Perjuangan Tim BKPRMI Peduli: Menembus Hutan dan Jalur Laut Demi Guru Ngaji di Pelosok Aceh - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Sabtu, 27 Desember 2025

Perjuangan Tim BKPRMI Peduli: Menembus Hutan dan Jalur Laut Demi Guru Ngaji di Pelosok Aceh

 Perjuangan Tim BKPRMI Peduli: Menembus Hutan dan Jalur Laut Demi Guru Ngaji di Pelosok Aceh

Penyaluran bantuan kepada guru ngaji dari BKPRMI Peduli 


Bener Meriah – Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) menunjukkan komitmen kemanusiaan yang luar biasa. Tim relawan BKPRMI Peduli harus berjibaku melawan medan ekstrem demi mengantarkan amanah bantuan bagi para ustadz, ustadzah, dan santri yang menjadi korban banjir bandang serta tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Minggu (28/12/2025).


Aksi Heroik Menembus Wilayah Terisolir

Penyaluran bantuan ini diawali dengan situasi haru saat tim menemui para guru mengaji TPA dan TPQ di Bener Meriah. Bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut tidak hanya menghanyutkan rumah warga, tetapi juga rumah para pengajar Al-Qur'an. Salah satu ustadzah dilaporkan mengalami kejadian traumatis; ia terseret arus deras hingga terjepit di antara batang pohon besar sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.


Pasca-penyaluran di Bener Meriah, misi kemanusiaan berlanjut menuju Takengon, Aceh Tengah. Namun, akses transportasi lumpuh total. Mobil operasional tim tidak dapat melintas karena tertimbun material longsor dan jalanan yang terputus.


"Kami terpaksa memarkirkan mobil di pinggir hutan karena jalur sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan. Perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 3 hingga 4 kilometer menembus perbukitan yang naik-turun dan berlumpur," tulis laporan Baim tim BKPRMI Peduli dalam keterangannya.


Mengarungi Malam dan Jalur Laut

Meski waktu menunjukkan pukul 02.30 dini hari, semangat tim tidak surut. Di bawah guyuran cuaca yang tidak menentu, mereka tetap berjalan kaki demi memastikan bantuan sampai ke tangan ustadz-ustadzah dan kader BKPRMI yang terisolir. Setelah berhasil menembus Takengon, tim sempat tertahan saat menuju Lhokseumawe akibat sistem buka-tutup jalan yang diberlakukan di jalur lintas provinsi tersebut.


Tantangan belum berakhir. Memasuki wilayah perbatasan Bireuen dan Pidie Jaya, jembatan utama yang menjadi urat nadi transportasi dilaporkan terputus total. Tidak ada pilihan lain, Tim BKPRMI Peduli melanjutkan perjalanan menggunakan jalur laut dengan menyewa perahu kayu milik warga setempat.


"Sore ini, karena jembatan terputus, kami melanjutkan perjalanan laut dengan perahu menuju titik pemberian donasi di Bireuen dan Pidie Jaya. Kami memohon doa agar Allah mudahkan setiap langkah ini," tambah perwakilan tim.


Komitmen Berkelanjutan

Hingga berita ini diturunkan, bantuan berupa logistik, dana santunan, dan kebutuhan pokok dari DPP BKPRMI telah mulai didistribusikan secara bertahap di beberapa kecamatan yang terdampak paling parah. Fokus utama bantuan adalah para guru ngaji dan pengurus masjid yang kehilangan tempat tinggal agar mereka dapat segera bangkit kembali membimbing para santri.


Bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan situasi atau menyalurkan bantuan tambahan, dapat mengakses informasi melalui laman resmi BKPRMI Peduli. Selain itu, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dengan memantau prakiraan cuaca melalui Aplikasi Info BMKG. (Bunda Tri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad