Inisiasi Masjid Inklusif, Masjid Al Muttaqin Jetis Bakal Jadi Percontohan Masjid Ramah Semua Usia - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Minggu, 28 Desember 2025

Inisiasi Masjid Inklusif, Masjid Al Muttaqin Jetis Bakal Jadi Percontohan Masjid Ramah Semua Usia

 Inisiasi Masjid Inklusif, Masjid Al Muttaqin Jetis Bakal Jadi Percontohan Masjid Ramah Semua Usia

Masjid Al Muttaqin Jetis 


Jombang – Menyongsong awal tahun 2026, transformasi fungsi masjid di Jawa Timur terus berkembang. Masjid Al Muttaqin yang terletak di Perumahan Canggu Permai, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, ditetapkan sebagai lokasi Pilot Project (proyek percontohan) Masjid Ramah Anak, Balita, Pemuda, dan Lansia.


Program ambisius ini direncanakan resmi diluncurkan pada Januari 2026 sebagai hasil kolaborasi strategis antara praktisi kemasjidan, organisasi pemuda remaja masjid, dan pemangku kepentingan keagamaan.

Imam Hidayat Ketua umum DPD BKPRMI Jombang Bersama Takmir Masjid Al Muttaqin Jetis 


Ketua Umum DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Jombang, Imam Hidayat, mengungkapkan bahwa inisiasi ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan masjid sebagai pusat peradaban yang inklusif.


"Alhamdulillah, melalui koordinasi intensif, pilot project percontohan masjid ramah semua usia ini akan segera diselenggarakan. Kami menyasar empat pilar utama, yakni ramah anak dan balita, ramah pemuda, serta ramah lansia serta untuk mengembangkan juga ekonomi berbasis masjid." ungkap Moh. Imam Hidayat dalam laporan resminya kepada DPW BKPRMI Jawa Timur, Minggu (28/12/2025).


Sinergi Lintas Sektoral

Agenda ini tidak hanya digerakkan oleh satu pihak, melainkan melibatkan konsorsium besar. Sejumlah lembaga otoritas keagamaan dipastikan hadir, di antaranya Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Selain itu, dukungan finansial dan manajemen syariah turut diperkuat dengan kehadiran Baitul Maal wat Tamwil (BMT) setempat.


Imam menambahkan bahwa kegiatan ini didasari oleh semangat gotong royong antar-takmir masjid di wilayah Mojokerto. "Ini adalah kerja kolaboratif. Kami ingin memastikan masjid memiliki sistem manajemen yang mampu mengakomodasi kebutuhan jamaah dari berbagai jenjang usia," imbuhnya.


Menjadi Pusat Aktivitas Sosial

Cita-cita besar di balik proyek ini adalah mengembalikan fungsi masjid sebagaimana pada zaman Rasulullah SAW, yakni sebagai pusat segala aktivitas masyarakat yang memberikan dampak ekonomi, sosial, dan edukasi.


Pihak takmir Masjid Al Muttaqin berharap, standarisasi "Ramah Anak hingga Lansia" ini dapat menjadi cetak biru (blueprint) bagi pengelolaan masjid-masjid lain, khususnya di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto.


Dengan penyediaan fasilitas yang mendukung—seperti ruang bermain anak yang aman, ruang pemberdayaan pemuda, hingga aksesibilitas yang memudahkan bagi lansia—masjid diharapkan tidak lagi hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga menjadi rumah kedua bagi umat.


"Kami memohon doa restu agar Allah memudahkan langkah ini. Target kami, Masjid Al Muttaqin dapat menjadi inspirasi dan percontohan bagi seluruh masjid di Mojokerto Raya," tutup Imam Hidayat. (Bunda Tri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad