Tangis Haru Warnai Momen Perpisahan, Jadi Bukti Kedekatan Emosional yang Terjalin Singkat
Lumajang - Tak terasa, waktu menunjukkan sore hari, dan tibalah saatnya bagi Tim Kemanusiaan BKPRMI dan LAZIS Nurul Falah untuk berpamitan meninggalkan lokasi MTS Miftahul Ulum Pronojiwo. Momen perpisahan ini ternyata tidak berjalan biasa; suasana haru seketika menyelimuti lapangan sekolah tersebut. Sabtu 13 Desember 2025
Anak-anak yang sebelumnya tertawa riang menerima hadiah, kini terlihat menitikkan air mata. Beberapa dari mereka tampak memeluk erat Bunda Tri dan para relawan lainnya, seolah tak rela melepaskan 'kakak' dan 'ibu' baru yang hanya dalam hitungan jam berhasil mengembalikan senyum mereka.
Vendy Kurniawan Ketua Tim Relawan mengaku terkejut dan terharu melihat respons emosional yang begitu kuat dari para siswa. "Kami datang untuk memberikan dukungan, tapi justru kami yang mendapatkan pelajaran berharga tentang ketabahan dan kasih sayang dari mereka.
Tangis perpisahan ini adalah bukti nyata bahwa pendekatan humanis kami berhasil menyentuh hati mereka," ujar Nurul Misbachah tim BKPRMI Jawa Timur Peduli dengan mata berkaca-kaca.
Meskipun singkat, jalinan emosional yang terbentuk antara relawan dan korban erupsi Semeru ini menunjukkan betapa berharganya kehadiran dan perhatian di tengah masa-masa sulit.
Tim Kemanusiaan BKPRMI-LAZ NF bertolak dari Pronojiwo dengan membawa kenangan mendalam, sementara para siswa MTS Miftahul Ulum ditinggalkan dengan semangat baru, harapan yang pulih, dan janji untuk tegar menghadapi masa depan pasca bencana. (Bunda Tri)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar