Core Moment Wisuda Santri Al-Qur'an XXXV LPPTKA Surabaya - DPW BKPRMI JAWA TIMUR

Terbaru

Minggu, 21 Desember 2025

Core Moment Wisuda Santri Al-Qur'an XXXV LPPTKA Surabaya

 Core Moment Wisuda Santri Al-Qur'an XXXV LPPTKA Surabaya 



Wisuda dan Khataman Al-Qur’an biasanya identik dengan suasana sakral, rapi, formal, dan—tak jarang—kaku. Barisan anak-anak duduk tertib, topi wisuda harus lurus, wajah menghadap kamera, langkah diatur sesuai aba-aba.

Namun di Wisuda Santri Al-Qur’an LPPTKA–BKPRMI Surabaya, ada banyak momen kecil yang justru membuat suasana terasa hidup.


Direktur Daerah LPPTKA Surabaya, Mohammad Muhajir, ST., sejak awal memang tak ingin anak-anak kehilangan jati dirinya hanya karena tuntutan formalitas acara. “Ini hari bahagia mereka,” ujarnya suatu ketika, “bukan ruang untuk mematikan keceriaan.”


Dan benar saja, di atas panggung, Al-Qur’an hadir bersama senyum-senyum polos.


Ada santri perempuan yang saat diingatkan untuk menghadap kamera, spontan mengangkat dua jari dengan gaya chiiis. Ada pula anak yang topi wisudanya miring—dibetulkan direktur, malah terlihat bingung sambil tersenyum, seolah bertanya, “Kenapa harus lurus, ya?”


Ada santri yang sudah berjalan turun panggung, lalu mendadak kembali karena lupa salim. Ia berbalik, wajahnya memerah, langkahnya kecil-kecil, tapi senyumnya lebar. Ada pula yang meletakkan map ijazah di meja senat agar bisa bersalaman dengan direktur dengan dua tangan—tulus, tanpa beban.


Bahkan ada yang karena demam panggung, topi wisudanya jatuh tepat setelah menerima ijazah. Bukan teguran yang datang, melainkan tepukan ringan dan senyum penguat.


Salah satu momen paling berkesan adalah ketika seorang wisudawan tahfidz—kini sudah duduk di kelas 1 SMA—maju ke panggung. Saat koncer topinya dipindahkan, Dirda membisikkan pesan singkat,

“Mas, tetap semangat mengaji. Nanti kalau bisa, bantu ustadz dan ustadzahmu.” Bisik Mohammad Muhajir.


Santri itu sudah berjalan turun panggung, mendengar diajak bicara, tepat di samping fotografer, ia menoleh dan mengacungkan jempol. Oke.

Sederhana, tapi penuh makna.


Momen-momen kecil ini mungkin tak tercatat di rundown. Tak tercantum di laporan resmi. Namun justru di sanalah ruh pendidikan Al-Qur’an terasa nyata: mendidik dengan kasih, menumbuhkan adab tanpa mematikan fitrah.


Wisuda boleh selesai dalam satu hari.

Topi wisuda, kalung gordon, bahkan syahadah bisa disimpan.

Namun kenangan hangat tentang wisuda Al-Qur’an—yang hadir tanpa tekanan, tanpa rasa takut—itulah yang diharapkan tumbuh dan menetap di hati para santri.


Karena mencintai Al-Qur’an, sejatinya, dimulai dari rasa bahagia saat bersamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad