Perkuat Nilai Perjuangan, DPP BKPRMI Ziarah ke Makam Kyai M. Jazir dan K.H. M. Dahlan di Yogyakarta
Yogyakarta – Jajaran Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) melaksanakan kegiatan ziarah ke makam tokoh ulama dan pejuang dakwah di Yogyakarta pada Minggu (28/12/2025). Kegiatan ini difokuskan di dua titik utama, yakni makam Kyai M. Jazir ASP dan makam pahlawan nasional K.H. Ahmad Dahlan.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh jajaran pengurus pusat tersebut mengawali ziarah sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para tokoh dalam membangun fondasi dakwah Islam dan pendidikan karakter pemuda masjid di Indonesia.
"Ziarah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan para guru dan tokoh kita. Kita ingin menyerap semangat pengabdian mereka untuk dibawa kembali dalam roda organisasi BKPRMI," ujar H Nanang Mubarok Ketum DPP BKPRMI
Di lokasi makam Kyai M. Jazir ASP, tim BKPRMI memanjatkan doa bersama serta mengenang dedikasi almarhum yang dikenal sebagai sosok yang teguh dalam membina generasi muda masjid di lingkungan Masjid Jogokariyan. Kegiatan kemudian dilanjutkan menuju kompleks makam K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang terletak di Karangkajen, Yogyakarta.
Ziarah ini juga menjadi bagian dari rangkaian agenda kerja DPP BKPRMI di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain mengirimkan doa, para pengurus BKPRMI memanfaatkan momen ini untuk mempererat tali silaturahmi antar-kader dari berbagai daerah yang turut hadir dalam rombongan.
Melalui kegiatan ini, DPP BKPRMI berharap para kader remaja masjid di seluruh Indonesia dapat meneladani sifat tawadunya para ulama dan memiliki integritas yang kuat dalam berkhidmat untuk umat dan bangsa.
Kyai M. Jazir ASP (Ali Sastro Purwoko) merupakan tokoh sentral di balik kesuksesan manajemen Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, yang telah menjadi model tata kelola masjid di tingkat nasional maupun internasional. Beliau wafat pada usia 63 tahun pada 22 Desember 2025 di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai profil dan kontribusi beliau :
1. Sosok di Balik Inovasi "Saldo Nol Rupiah"
Kyai Jazir dikenal secara luas sebagai penggagas kebijakan saldo infak nol rupiah di Masjid Jogokariyan. Prinsip beliau adalah uang jemaah yang masuk ke masjid harus segera dikembalikan kepada umat melalui berbagai layanan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi, bukannya diendapkan dalam rekening bank.
2. Jabatan Strategis
Dalam dunia organisasi dan dakwah, beliau memegang posisi penting:
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan: Bertanggung jawab atas arah kebijakan dakwah dan sosial masjid.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogokariyan: Menunjukkan akar kuatnya dalam organisasi Muhammadiyah di tingkat lokal.
Direktur Nasional BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia), organisasi yang memiliki kaitan erat dalam pembinaan generasi qur'ani.
Anggota Komisi Dakwah MUI DIY dan aktif dalam pembinaan keluarga besar PII (Pelajar Islam Indonesia).
3. Inovator Masjid sebagai Pusat Peradaban
Kyai Jazir tidak sekadar menjadikan masjid sebagai tempat salat, tetapi juga pusat kemaslahatan warga melalui program-program solutif:
ATM Beras: Layanan bantuan pangan bagi jemaah yang membutuhkan.
Kampoeng Ramadhan Jogokariyan: Festival tahunan yang menggerakkan ekonomi mikro di lingkungan sekitar masjid.
Pemetaan Jemaah: Melakukan pendataan mendetail terhadap kebutuhan warga di sekitar masjid, termasuk status ekonomi dan pendidikan, untuk memastikan tidak ada warga yang kelaparan atau putus sekolah.
4. Latar Belakang Pendidikan
Beliau merupakan akademisi dengan latar belakang yang kuat di dua bidang ilmu, yakni Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga dan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Kombinasi ini membentuk karakternya yang teguh pada prinsip syariat namun sangat taktis dan profesional dalam manajemen.
Inilah mengapa DPP BKPRMI memberikan penghormatan khusus melalui ziarah ke makam beliau sebagai tokoh inspirator bagi pemuda remaja masjid.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar